April 22, 2017

PPI Taiwan

PPI Taiwan merupakan singkatan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan atau dalam Bahasa Mandarin 台灣印尼學生聯合會 (táiwān yìnní xuéshēng liánhéhuì) dan dalam Bahasa Inggris disebut dengan “Indonesian Student Association in Taiwan”.  PPI Taiwan dideklarasikan pada tanggal 2 Mei 2010 atau bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2010 di Holistic Building CYCU, Chungli, Taiwan.  Piagam deklarasi pada acara tersebut ditandatangani oleh kepala KDEI (Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia) di Taiwan Suhartono dan ketua tim deklarasi Hadi Kuntjara sebagai perwakilan dari 12 orang yang tergabung dalam tim deklarasi.

Saat pendirian, tim deklarasi merumuskan motto PPI Taiwan dengan kalimat “Berbakti untuk Ibu Pertiwi melalui Persatuan dan Prestasi”. Selain motto juga dirumuskan lambang PPI Taiwan meliputi tulisan PPI Taiwan, gambar pulau Taiwan, gambar sepasang pelajar bertopi toga, dan gambar segitiga; dengan kombinasi warna yang terdiri dari hijau, merah, putih, dan biru. Adapun makna dari masing-masing lambing dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.      tulisan PPI Taiwan dengan huruf Calibri berwarna putih merupakan singkatan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan;

2.      gambar pulau Taiwan berwarna hijau, bermakna PPI yang berada di Taiwan merupakan agen pembaharuan;

3.      gambar sepasang pelajar bertopi toga sambil berjabat tangan, berwarna merah dan putih, bermakna persahabatan, kesetiakawanan, gotong-royong, dan toleransi yang menjiwai kegiatan PPI Taiwan dengan dilpembacasi oleh rasa cinta kepada tanah air Indonesia; dan

4.      gambar segitiga berbentuk ujung anak panah berwarna biru, bermakna PPI Taiwan siap melesat ke atas dalam prestasi di bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Seni, dan Budaya.

Disetiap periode kepengurusan mulai dari yang pertama setelah pendirian yaitu tahun 2010, PPI Taiwan setiap tahun menentukan pergantian tongkat ketua umum. Ketua umum yang dipilih merupakan pilihan bersama yang ditentukan di dalam forum sidang tahunan PPI Taiwan. Berikut adalah daftar kepengurusan mulai pada awal pendirian PPI taiwan, hingga saat ini:

  1. Alief Wikarta (2010/2011)
  2. Ramzi Adrian (2011/2012)
  3. Rangga Aditya Elias (2012/2013)
  4. Dedi Fazriansyah (2013/2014)
  5. Iman Adi Purnama (2014/2015)
  6. Pitut Pramuji (2015/2017)
  7. L. Tri Wijaya Kusuma (2017/2018)
  8. Sutarsis (2018/2019)

Adapun visi ketua umum untuk masa bakti 2018/2019 adalah “Memperkuat Sinergi Perhimpunan Pelajar Indonesia Seluruh Taiwan dalam satu wadah PPI Taiwan untuk Meningkatkan Kapasistas, Jejaring, dan Kontribusi kepada Bangsa dan Negara”. Visi ini diturunkan dalam berbagai program kerja serta kegiatan yang telah, sedang dan akan dilakukan oleh seluruh pengurus PPI Taiwan. Saat ini terdapat 51 orang yang tergabung sebagai pengurus harian PPI Taiwan. Selain itu, juga terdapat Badan Musyawarah (BaMus) yang memegang peran legislatif dalam struktur PPI Taiwan. Anggota BaMus merupakan perwakilan yang ditunjuk oleh PPI universitas dan PPI wilayah. BaMus memiliki hak pilih saat sidang istimewa untuk menentukan ketua PPI Taiwan kemudian memberikan masukan serta mengesahkan program kerja PPI Taiwan saat diselenggarakan sidang paripurna serta menolak atau menerima laporan pertanggung jawaban pengurus saat sidang istimewa.

Selain Pengurus Harian dan BaMus, terdapat 5 badan otonom dibawah PPI Taiwan yaitu Universitas Terbuka Taiwan (UTT), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Yinni Hao, Lentera Ide dan Komunitas Enterpreneur Muda (KEM). UTT merupakan badan otonom yang menyelenggarakan pendidikan tinggi setara sarjana (S1) bekerjasama dengan Universitas Terbuka di Indonesia. Sedangkan PKBM merupakan badan otonom untuk melaksanakan pendidikan kesetaraan dan berbagai pelatihan serta pemberdayaan. Yinni Hao merupakan badan otonom yang memproduksi majalah, sedangkan lentera ide merupakan badan otonom yang memproduksi video dan film pendek. KEM merupakan wadah bagi mahasiswa Indonesia di Taiwan untuk mengembangkan minat dan bakat mereka dibidang kewirausahaan serta diharapkan melalui komunitas ini akan terlahir pengusaha-pengusaha muda Indonesia masa depan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan bangsa yang lebih baik.

Share
Share