PMI Taiwan Antusias Mengikuti Seminar Wirausaha dan Keuangan di KDEI Taipei

Share

Ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan mengikuti “Pelatihan Kewirausahaan dan Menejemen Keuangan” pada  Minggu (17/11) yang diselenggarakan di  Exhibition Hall lt.1 KDEI Taiwan. Acara yang diketuai oleh Vicki Caneca ini berhasil menarik para PMI dari berbagai daerah di Taiwan seperti Taipei, Yilan hingga Taichung. Mereka rela berangkat lebih awal dan merogoh kocek untuk biaya transport agar bisa mengikuti seminar kewirausahaan ini. Dalam sambutannya, Vicki Caneca menuturkan bahwa seminar ini diselenggarakan atas dasar banyaknya keresahan para pekerja yang muncul ketika memasuki akhir masa kerjanya dan harus kembali ke tanah air. Seringkali terbesit pemikiran bahwa dengan kembali ke Indonesia yang artinya harus bersaing kembali mendapatkan pekerjaan yang juga tidak mudah dan kira kira bagaiaman cara memanfaatkan penghasilan yang sudah didapatkan selama bekerja di Taiwan? ataukah memutuskan untuk kembali ke Taiwan lagi untuk mendapatkan pekerjaan baru. Sehingga Vicki berharap bahwa, “Seminar ini dapat menjadi bekal pengetahuan bagaimana berwirausaha dengan membaca peluang yang ada ketika sudah kembali ke kampung halaman”.

Pada sesi pertama seminar bidang kewirausahaan diisi oleh Muhammad Hardhanto  Puspawardoyo seorang Expert entrepreneur di Indonesia. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bagaimana kiat membangun dan mengembangkan usaha ditengah ketatnya persaingan usaha dan ekonomi di Indonesia. Selain itu, Hardhanto juga memaparkan bahwa tumbuh dan berkembangnya sebuah usaha sangat dipengaruhi oleh peluang dan permintaan pasar, dengan membaca permintaan pasar seorang entrepreneur akan lebih mudah mengembangkan usaha dan mendapatkan keuntungan. Antusias para peserta terus berlanjut hingga Hendri Sutrisno  selaku  pakar financial dan technology juga memberikan materi mengenai bagaimana mengelola keuangan untuk mendapatkan keuntungan. Pertanyaan-pertanyaan menarik dilontarkan para peserta pada sesi tanya jawab kepada narasumber di setiap sesinya. Hal ini menunjukkan bahwa, tidak sedikit dari pekerja migran Indonesia yang telah memiliki usaha di tanah air sebelum pergi merantau ke Taiwan. Namun, karena beberapa hal seperti kurangnya pengetahuan mengenai bagaimana mengelola keuangan untuk berwirausaha sehingga menyebabkan mereka harus gulung tikar dan akhirnya memutuskan untuk bekerja ke Taiwan.

Menurut salah satu peserta, Hatin Sam mengatakan “Dengan menghadiri seminar seperti ini, ia merasa banyak mendapat ilmu dan wawasan baru dari kedua narasumber yang dihadirkan”. Sehingga ia dapat merencanakan beberapa hal kedepan guna mewujudkan impian membuka usaha sepulang dari Taiwan. Tak hanya Hatin Sam, PMI asal Ponorogo Jawa Timur juga menuturkan bahwa “Saya mendapat banyak ilmu dan wawasan yang dipaparkan oleh nara sumber yang dihadir. Sehingga saya dapat mempersiapkan diri  secara matang ketika kelak hendak pulang dan membuka usaha di Indonesia”.

Seminar yang juga dihadiri  oleh Kepala Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei, Purwanti  Uta Djara dan beberapa perwakilan organisasi Pekerja Migran Indonesia di Taiwan.  Selain itu, juga terdapat penyuluhan dan beberapa materi mengenai bahaya dan cara pencegahan AIDS oleh Okki Dhona perwakilan dari AIDS Foundation. Ketua PPI Taiwan Adi Kusmayadi juga turut hadir dalam acara ini, beliau juga mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya agenda “Pelatihan Kewirausahaan Pekerja migran di Taiwan”. Harapannya, seminar ini dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dengan agenda kewirausahaan berikutnya dan dapat memberikan manfaat tidak hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja di Indonesia,” pungkas Adi saat ditemui di sela-sela acara. (Etty, nng)

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share
Share