Siska Mandalia

Share

SISKA MANDALIA

“Jadilah yang terbaik, tetap semangat walaupun terkadang sesuatu itu terasa berat, tapi percayalah semua itu tak akan lama. Jadilah yang nomor 1, bawa harum nama Indonesia dan buat Indonesia bangga. “

Siska Mandalia, mahasiswa Indonesia yang prestasinya diakui di negeri Formosa. Siska begitu nama yang kerap menjadi sapaan teman dan keluarganya, seorang mahasiswa Indonesia kelahiran Sumatera Barat 29 tahun yang lalu ini baru saja menyelesaikan wisudanya Sabtu (15/6) Pada saat penyelenggaraan kegiatan wisuda tersebut, Siska berhasil meraih 3 penghargaan sekaligus hasil kerja kerasnya saat menempuh pendidikan Master di Chung Hua University, Taiwan.  Penghargaan tersebut antara lain The Phi Tau Phi, The University best grade student dan The best graduate student from Tourism Department.

The Phi Tau Phi adalah sebuah asosiasi yang bergelut di bidang pendidikan dengan tujuan mendorong kemajuan penelitian serta memberi penghargaan bagi mahasiswa berprestasi.  Perhargaan ini berhasil di dapatkan Siska atas usahanya yang ditunjukkan dengan nilai yang baik serta selalu menjadi top 1 presentator di kelas selama masa perkuliahan. Sedangkan The University best grade student dan The best graduate student from Tourism Department merupakan sebuah apresiasi oleh Chung Hua University  yang diberikan kepada  Siska atas kerja kerasnya selama menempuh pendidikan 1.5 tahun.

Semua yang  didapatkan Siska saat ini bukan hal yang mudah dilakukan tetapi juga tidak mustahil untuk digapai. Hal ini dibuktikan langsung oleh Siska yang harus rela meninggalkan keluarga dan anak demi mengejar impiannya, bersama sang suami yang juga teman sekelasnya di Chung Hua University, Siska harus menjalani kehidupannya dengan penuh tantangan dan tanggungjawab.  Sebagai penerima beasiswa parsial, Siska pun harus memutar otak untuk mencari biaya hidupnya sendiri melalui Teaching Assistant maupun Research Assistant Professor untuk menambah pundi-pundi pemasukannya. Tidak hanya itu, ia juga bekerja part-time setiap akhir pekan di salah satu restaurant India yang berlokasi di Hsinchu. Penerapan manajemen waktu dan ketekunan yang dikombinasikan dengan baik oleh Siska kini membuahkan hasil.

Tidak selalu lancar pada studinya, kegagalan juga hadir mewarnai perjalanannya. Sama halnya dengan setiap mahasiswa pemburu beasiswa, Siska pun pernah di tolak salah satu program beasiswa yang ada di Indonesia, menurut Siska yang saat itu ditolak pada tahap-tahap akhir ini merupakan hal yang menyakitkan tetapi kegagalan ini justru menjadikannya kuat untuk menggapai cita-citanya melalui jalur lain yaitu beasiswa dari kampus untuk menempuh pendidikan Master di Taiwan walaupun tidak penuh. 

Menurut Siska berjuang dan berkorban untuk pendidikan adalah sebuah hal yang pantas, terbukti ketika berada di Taiwan, Siska harus berpisah dengan anak semata wayangnya yang inilah menjadi motivasi besar bagi Siska untuk terus belajar tekun dan menyelesaikan studinya dalam waktu singkat 1,5 tahun agar cepat pulang ke Indonesia.

Atas keberhasilannya saat ini, sudah banyak tawaran melanjutkan pendidikan PhD di Taiwan yang di dapatnya. Sayangnya rencana untuk langsung melanjutkan PhD tidak diamini olehnya saat ini. Dalam waktu dekat Siska optimis untuk kembali mengabdi di Indonesia sebagai dosen pengajar dengan membagikan ilmunya di Batam Tourism Polytechnic. Keinginan melanjutkan studi PhD akan diambil oleh Siska saat waktunya sudah tepat sembari menyiapkan dirinya terlebih dahulu.

Pesan dari Siska buat para mahasiswa Indonesia di Taiwan yaitu jadilah yang terbaik, tetap semangat walaupun terkadang sesuatu itu terasa berat, tapi percayalah semua itu tak akan lama. Jadilah yang nomor 1, bawa harum nama Indonesia dan buat Indonesia bangga. (wda/rna)

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share
Share