Press Release: Realita Program Kuliah Magang S1/D3 Taiwan Kepada Masyarakat Indonesia

Motivasi

Setelah menyimak dengan seksama perkembangan terkini isu yang berkembang di media masa dan masyarakat Indonesia mengenai kuliah magang Taiwan yang semakin jauh dari substansi yang harus dilihat secara benar, kritis, dan berimbang.

Semakin banyaknya publik Indonesia (para orang tua yang memiliki putra/putri program kuliah magang, dan masyarakat umum) yang ingin tahu kondisi sebenarnya dari sumber entitas bangsa yang menjadi pelaku dan bagian masyarakat pelajar Indonesia di Taiwan, maka kami Perhimpunan Pelajar Indonesia Taiwan (PPI Taiwan) memandang perlu menyampaikan kembali fakta-fakta atas kondisi riil realisasi kuliah magang di beberapa kampus penyelenggara program industryacademia collaboration pemerintah Taiwan dengan fokus peserta didik dari Indonesia. Sehingga diharapkan ada penjelasan menyeluruh kepada publik, pembelajaran bagi masyarakat, dan mendorong kesungguhan kedua belah pihak pemerintah, yaitu Indonesia dan Taiwan untuk melakukan monitoring, evaluasi, penataan kembali sistem mutu dan kurikulum pendidikan (program kuliah magang), serta sistem pendukungnya, termasuk tata kelola rekrutmen, tata kelola intership industri agar memenuhi standar kualitas pendidikan tinggi. Terutama berharap pada pemerintah Indonesia untuk hadir memberikan kepastian dan jaminan terhadap program pendidikan luar negeri, khususnya kuliah magang Taiwan, yang ditawarkan dan membidik pasar mahasiswa dari Indonesia.

Fakta ini kami sarikan berdasar pada data keterangan langsung, dan observasi mendalam yang kami lakukan mulai awal tahun 2018 hingga kondisi terkini terhadap para mahasiswa Indonesia program kuliah magang di 6 universitas penyelenggara program kuliah magang Taiwan.

Demografi mahasiswa Indonesia di Taiwan

Menurut keterangan MOE Taiwan dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, jumlah mahasiswa Indonesia di Taiwan mencapai lebih dari 6000 mahasiswa dengan strata pendidikan D3, S1, S2, dan S3. Diperkirakan kurang lebih 1000 mahasiswa diantaranya mengikuti program kuliah magang (industry academia collaboration), dimana dalam satu universitas sudah mencapai 400 mahasiswa Indonesia S1/D3 program kuliah magang.

Gambaran umum sistem kuliah magang S1/D3 Taiwan

Secara umum program kuliah magang atau dikenal double track, atau industry academia collaboration merupakan pendidikan tinggi strata D3 dan S1 yang dirancang dengan sistem pembelajaran kuliah kelas, praktek, dan magang/kerja industri. Dengan 128 sks untuk D3 dan 144 sks untuk S1. Secara pembiayaan, program kuliah magang adalah kuliah dengan biaya mandiri oleh mahasiswa yang bersangkutan/tanpa beasiswa. Namun, ada beberapa universitas menawarkan beasiswa dengan durasi 6 bulan s/d 1 tahun berupa bebas biaya SPP dan asrama.

Jumlah total sks yang harus diambil termasuk didalamnya komponen sebagai berikut; teori, praktek, dan magang/kerja industri. Sebagai contoh gambaran 128 sks strata D3 terdiri dari 36 sks teori, 29 sks praktek, dan sisa sks adalah magang industri dengan bobot 5 jam kerja= 1 sks.

Ketentuan jenis pekerjaan magang industri yang dihitung dalam sks kuliah didesain tidak harus memiliki keterkaitan dengan bidang studi yang diambil. Dari kerja magang tersebut mahasiswa peserta mendapat gaji yang digunakan untuk membayar biaya kuliah, asrama, asuransi, dan biaya hidup.

Fakta-fakta implementasi kuliah magang S1/D3 Taiwan

  1. Proses Rekutmen
    • Mekanisme rekrutmen calon mahasiswa Indonesia (SMK/SMA) program magang Taiwan dilakukan oleh universitas Taiwan bekerjasama dengan universitas/perguruan tinggi Indonesia, atau pemda, atau agensi swasta (kami sebut pihak ketiga).
    • Proses rekrutmen oleh pihak ketiga tersebut ditemukan permasalahan sebagai berikut:
      1. Pilihan universitas tujuan sering berubah tanpa sepengetahuan calon mahasiswa dan diputuskan begitu saja saat di Taiwan.
      2. Pengaturan pemilihan jurusan dikendalikan oleh pihak ketiga sehingga ditemui jurusan yang dipromosikan oleh pihak ketiga tidak sesuai dengan jurusan yang ada di universitas. Hal ini menyebabkan mahasiswa dengan terpaksa mengambil jurusan yang tidak diminati dan tidak sesuai dengan bidang minat di SMA/SMK.
      3. Adanya variasi yang sangat besar dari pembiayaan keberangkatan yang ditetapkan oleh pihak ketiga, yaitu 10jt s/d 40jt. Biaya tersebut diantaranya digunakan untuk persiapan bahasa/matrikulasi, pengurusan dokumen, dan pemberangkatan. Namun, calon mahasiswa tidak mendapatkan penjelasan yang memadai mengenai komponen pembiayaan tersebut. Hal ini menunjukkan pihak ketiga menetapkan pembiayaan dengan seenaknya dan tidak terkontrol.
      4. Demi memperoleh calon mahasiswa, dalam proses rekrutmen pihak ketiga sering menjanjikan beasiswa/ subsidi biaya kuliah. Namun, dalam realisasinya ditemukan adanya kelompok angkatan kuliah yang dinyatakan tidak bisa mendapatkan beasiswa/bantuan belajar yang dijanjikan dengan pemberitahuan pada saat hari-H atau pemberangkatan di bandara.
      5. Pihak ketiga tidak memberikan penjelasan yang memadai tentang pembiayaan kuliah, sistem pendidikan, mekanisme dan pelaksanaan magang,  dan sistem penggajian (salary) untuk magang. Ketidakjelasan tersebut salah satu dampaknya adalah ketidaksiapan/kesulitan finansial.
  2. Institusi dan Sistem Pendidikan
    • Berdasarkan data yang dikeluarkan pemerintah Taiwan, mayoritas universitas tujuan kuliah magang tersebut adalah universitas swasta (private), termasuk dari 6 universitas penyelenggara kuliah magang mahasiswa Indonesia.
    • Implementasi perkuliahan diselenggarakan sebagai berikut:
      Implementasi Perkuliahan Kuliah-Magang

      Implementasi Perkuliahan Kuliah-Magang

      Dari penjelasan sistem perkuliah tersebut terlihat bahwa porsi magang/kerja menempati prosentase melebihi 50% dari total sks yang harus ditempuh, apalagi terdapat universitas yang mewajibkan kerja part time diluar SKS yang terhitung. Hal ini tentu akan menggangu perimbangan pembelajaran teori baik dikelas, penugasan, dan belajar mandiri. Sehingga harus menjadi pertimbangan masyarakat dan pemerintah RI dalam kualitas dan kesetaraan ijazah luar negeri di Indonesia.

    •  Magang atau kerja industri dengan proporsi jumlah SKS yang jauh lebih besar dari teori ternyata didesain tidak harus terkait dengan bidang studi. Jadi jenis pekerjaan bisa berbeda jauh dengan bidang studi yang ditekuni. Ketentuan ini tidak pernah dijelaskan kepada mahasiswa sebelumnya maupun saat di Taiwan.
    • Pihak ketiga dan universitas belum berikan konfirmasi jaminan kesetraaan ijasah D3/ S1 dengan strata D3/S1 di Indonesia.
    • Mayoritas kampus sudah memberikan tempat tinggal berbayar yang layak dilingkungan kampus, Namun ditemukan ada universitas yang menempatkan mahasiswa diasrama agensi bersama-sama tenaga kerja asing dengan fasilitas tidak layak dari segi kesehatan dan kenyamanan.
  3. Sistem Pembiayaan Kuliah
    • Skema biaya kuliah adalah mandiri yang ditanggung mahasiswa yang bersangkutan, atau diambil dari gaji magang/kerja industri.
    • Sebagian ada yang mendapat beasiswa dengan durasi 6 bulan – 1 tahun dari universitas (bebas SPP dan asrama). Namun dalam implentasinya ada universitas yang tidak menempati janji mengenai durasi dan nominal beasiswa yang telah ditetapkan dalam letter of scholarship.
    • Dibeberapa universitas, sistem pembayaran biaya kuliah tidak dijelaskan diawal secara memadai. Sehingga sering menyulitkan siswa dalam mengatur finansial, karena finansial siswa sangat tergantung magang/kerja sedangkan banyak kasus ditemukan siswa menganggur sampai 3 bulan.
    • Ketentuan biaya asrama dibeberapa universitas berubah tidak sesuai dengan ketentuan yang jelaskan diawal. Di universitas tertentu ada yang menaikan 2 kali lipat per semester, dan bagi mahasiswa yang tinggal di asrama agen bersamasama tenaga kerja asing ditemukan pembengkakan biaya sampai 2000NT/bulan justru disaat mereka menganggur dengan alasan tidak ada subsidi dari industri.
  4. Sistem Magang/Kerja Industri
    • Pelaksanaan program magang dikendalikan oleh agen taiwan atau universitas tempat studi. Dibeberapa universitas, aturan durasi kerja dan hari pelaksanaan magang industri sering tidak konsisten dan berubah sehingga sering mengganggu proses pembelajaran terutama belajar mandiri.
    • Jaminan lama tunggu mendapat kerja/magang industri ditemukan tidak sesuai dengan yang dijanjikan universitas maupun agen. Lama tunggu kerja/magang dapat mencapai 3 bulan sehingga menimbulkan kesulitan finansial mahasiswa.
    • Mayoritas sistem pengajian sudah memenuhi standard intership sekitar 150NT/jam dengan jumlah pendapatan 9000NT-11000NT per bulan. Namun ditemukan disalah satu universitas gaji yang diterima masih jauh dibawah standard gaji.
    • Di beberapa universitas, penggaturan kepastian tempat dan jadwal magang industri belum begitu baik. Ditemukan Banyak mahasiswa yang mengganggur dalam kurun waktu yang lama secara berurutan (3 bulan) dengan menanggung biaya (biaya asrama, biaya cicilan kuliah).

Kami mengucapkan terimakasih banyak terhadap semua Media Nasional maupun Internasional yang sudah memuat press release kami, semoga permasalahan ini tidak tenggelam begitu saja tanpa solusi yang nyata dari orang tua seluruh pelajar Indonesia yaitu Kemenristek Dikti.

Wawancara MedCom Prime Time MetroTVNews

https://video.medcom.id/metro-pagi-prime-time/0k8YmBaK-ppi-ungkap-sejumlah-persoalan-program-kuliah-magang-di-taiwan

https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/Obzq0a0N-pemerintah-diminta-atur-ulang-tata-kelola-kuliah-magang

BBC.com

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46746332

Detik.com

https://news.detik.com/berita/4370594/ppi-taiwan-ada-kelebihan-jam-kerja-mahasiswa-tapi-bukan-kerja-paksa

Tribunnews

http://www.tribunnews.com/nasional/2019/01/07/perhimpunan-pelajar-indonesia-desak-taiwan-dan-indonesia-perbaiki-sistem-rekrutmen-kuliah-magang

Republika

https://republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/19/01/06/pkwsfx335-ini-temuan-ppi-taiwan-terkait-dugaan-eksploitasi-mahasiswa

Suara.com

https://www.suara.com/news/2019/01/04/133203/ppi-tak-ada-kerja-paksa-mahasiswa-indonesia-di-taiwan

Alinea.id

https://www.alinea.id/dunia/bukan-kerja-paksa-ppi-taiwan-ungkap-keluhan-mahasiswa-indonesia-b1WZw9g6p

Bisnis.com

https://ekonomi.bisnis.com/read/20190103/12/875158/marak-penyelewangan-ppi-minta-pemerintah-tempatkan-atase-pendidikan-di-taiwan

 

Please follow and like us:
error

4 thoughts on “Press Release: Realita Program Kuliah Magang S1/D3 Taiwan Kepada Masyarakat Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *