Partisipasi PPI Taiwan dalam Pemuda Indonesia Gagas Visi Indonesia 2045 Bersama Diaspora

Share

Conference of Indonesian Diaspora Youth 2018 (CIDY-2018) diadakan pada tanggal  tanggal 13 – 15 Agustus 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. PPI Taiwan yang tergabung dalam  PPI Dunia  berapresiasi mengemban amanat sebagai anak bangsa yang berkontribusi aktif dengan intelektualnya bersama-sama guna merumuskan aspirasi untuk satu abad Republik Indonesia — “Membangun Indonesia dengan Visi Indonesia 2045”.  Konvensi ini merupakan wadah bagi pemikiran pemuda dari 34 Provinsi Indonesia dan diaspora muda Indonesia dari seluruh dunia, organisasi kepemudaan dan juga lembaga nasional.

Dalam diskusi panel kali ini ada 15  topik yang aktual bagi  masa depan Indonesia. Sesi  ini dirancang untuk memberi ruang bagi para pemuda untuk berdiskusi secara aktif dan dinamis, Perwakilan PPI Taiwan yang hadir yaitu Enny Susilowati Mardjono perwakilan dari PPI Taiwan (NYUST), Aryanda Ondrio perwakilan dari PPI Taiwan ( Yuan Ze ) dan Natasha Sonia Adityarini dari PPI Taiwan (NCTU). Sebagai delegasi Taiwan  yang berada di central business, kami diberi kepercayaan untuk memberi kontribusi ide dan gagasan  di ajang diskusi  panel bertema “The Future of Indonesia’s Economy, Business and Enterpreneurship”. Banyak sekali entrepreneur-entrepreneur muda di Indonesia yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia belum merasakan pemerataan fasilitas teknologi digital dan informasi. Sehingga entrepreneur Indonesia yang merupakan penompang ekonomi Indonesia nomer satu disaat krisis, masih membutuhkan dukungan pendanaaan, informasi, teknologi digital, jaringan komunikasi, dukungan pemasaran, legalitas, sponsorship dan supporting serta pembinaan dari pemerintah pusat. Banyak sekali potensi sumberdaya alam yang belum diolah dan dimanfaatkan sebagai produk untuk diolah dan diekspor ke mancanegara karena kurangnya sentuhan teknologi dan pendampingan pemerintah. Masih banyak potensi alam yang dapat diolah oleh entrepreneur-entrepreneur muda untuk ditonjolkan dan dimanfaatkan menjadi sumber devisa Negara Indonesia. Kami beraspirasi agar bangsa Indonesia di tahun 2045 menjadi bangsa entrepreneur. Entrepreneur kita harus menjadi pelopor anti-korupsi yang mampu memberikan manfaat sosial dan memiliki kesadaran lingkungan. Ekonomi  Indonesia harus unggul dalam Revolusi Industri 4.0 dan menjadi bangsa pemenang globalisasi. Geliat ekonomi digital dalam beberapa tahun mendatang, menjadikan  wirausaha baru akan terus bermunculan dan menggairahkan roda ekonomi tanah air. Kemenkominfo memproyeksikan pada 2020, ekonomi digital di Indonesia bisa tumbuh mencapai 130 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.700 triliun.

Pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dalam negeri akan membuat perusahaan e-commerce dunia tergugah berbisnis di Indonesia. Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar, sektor e-commerce Asia Tenggara memiliki potensi yang bagus. Perusahaan raksasa seperti e-Buy, Alibaba akan melirik Indonesia sebagai medan bisnis. Maraknya belanja online, transportasi dan sebagainya menjadikan Indonesia sebagai The Next China dalam teknologi digital.

Dalam penyelenggaraan CIDY-2018, Indonesian Diaspora Network Global (IDN-Global) berkolaborasi dengan Asosiasi Dosen Indonesia (ADI), dan Forum Rektor Indonesia, Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia), juga berkolaborasi dengan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). Dukungan Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Indonesia serta Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia juga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.  Bersama dengan pelajar seluruh dunia yang tergabung dalam Ppi Dunia, PPI Taiwan, PPI Hongaria, PPI Thailand – Permitha, PPI Singapore Pte Ltd, PPI Austria,Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA)PPI RusiaPPI Ibaraki JepangPPI United Kingdom (PPI UK)Perpika – Persatuan Pelajar Indonesia di Korea, dan PPITiongkok, telah mendiskusikan “Masa Depan Pendidikan, Keterampilan, Pekerjaan, dan Produktivitas: Menciptakan Generasi yang Kompetitif dan Memenangkan 2045.”

Melihat tata letak Indonesia yang menjadi kekuatan maritim dunia, sehingga Indonesia mempunyai kapasitas militer untuk menjaga kedaulatan nasional di wilayah maritim NKRI. Semua visi ini membutuhkan internasionalisme Indonesia yang sepadan. Politik luar negeri bebas-aktif diimplementasikan secara maksimal, agar dapat menjadikan Indonesia Major Power Asia dan pelopor global. Sebagai pemuda Indonesia menegaskan komitmen sejarah terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia guna berpegang teguh pada pilar-pilar kebangsaan tersebut. Kami bertekad untuk melanjutkan semangat Sumpah Pemuda 1928 dengan Visi Indonesia 2045 guna membawa bangsa kita ke zaman emas.​ Kondisi Dunia  2045  yang perlu diwaspadai  Indonesia adalah  lingkungan geopolitik yang multipolar, serta  Pusat ekonomi dunia akan bergeser ke Asia. Shared Economy akan menjadi lebih umum, dan risiko krisis finansial dan ekonomi dalam tiga dekade mendatang di mana ketimpangan (inequity) akan terus menjadi tren dunia. Persaingan geostrategis dimana Indonesia telah tumbuh menjadi ekonomi nomor 16 terbesar dunia dan ekonomi terbesar, dengan kelas menengah dan pasar terbesar di Asia Tenggara. Sebagai negara anggota KTT G-20, Indonesia  memiliki posisi strategis di percaturan global . Dalam bidang  pendidikan untuk saat ini dan kedepan berfokus pada pendidikan berbasis riset. Upaya yang saat ini dilakukan untuk meningkatkan Investasi dalam hal  riset menjadi 3% per GDP baik oleh pemerintah maupun swasta. Literasi digital (digital literacy) merupakan point utama yang tidak luput dari perhatian supaya tidak tertinggal dengan bangsa lainnya dimana konektivitas digital sebagai bagian dari hak manusia (human rights).

 

Salam Sumpah Pemuda,

Enny Susilowati Mardjono (PPI NYUST)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share
Share