Belajar dari Indonesiche Vereeniging : Mengobarkan Hasrat Intelektual Pelajar Indonesia

Share

Adi Kusmayadi
Wakil Ketua 
Perhimpunan Pelajar Indonesia Taiwan

Makna kata pelajar tak bisa dipisahkan dan akan selalu berkaitan erat dengan identitas intelektual. Dengan identitas inilah segala aktivitas pelajar bersumber. Segala langkah dan keputusan harus dapat dipertanggungjawabkan dalam kaca mata ilmu pengetahuan. Salah satu sosiolog yang bernama Ali Syariati, tokoh penting dalam Revolusi Islam Iran, menyatakan bahwa intelektual adalah orang-orang yang tercerahkan, yang artinya kaum yang tercerahkan inilah yang sangat bertanggung jawab secara sosial dan moral dalam membangun perubahan di negara dan bangsanya. Lalu bagaimana diskursus intelektual dan tanggung jawab yang harus dijalankan oleh para pelajar Indonesia di luar negeri yang notebene merupakan kaum intelektual.

Bung Hatta dan kawan-kawannya yang tergabung dalam Indonesiche Vereeniging (Perhimpunan Indonesia) ini telah memberi contoh bagaimana hakikat pelajar Indonesia di luar negeri. Kehidupan perkuliahan diluar negeri, tak melulu dihabiskan untuk menuntut ilmu di bidangnya masing-masing saja melainkan mereka warnai dengan aktivitas berkumpul, bertukar gagasan, menulis dan gerakan-gerakan intelektualitas di forum-forum internasional. Bahkan salah satu pidato Bung Hatta yang berjudul Indonesia and the Matterr of Independence berhasil menarik simpati berbagai negara seperti India, Mesir, dan negara-negara Afrika untuk mendukung Kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, semangat intelektualitas dari para pendiri bangsa ini harus patut diteladani dan sejatinya gerakaan intelektualitas ini masih relevan untuk diaktualisasikan di masa sekarang.

Banyak cara yang dapat  dilakukan untuk mengekspresikan semangat intelektulitas ini baik dalam bentuk tulisan maupun lisan. Pada dasarnya, organisasi pelajar seperti PPI Taiwan dan PPI kampus/kota memiliki peran dan tanggung jawab untuk membangun atmosfir ilmiah di kalangan pelajar Indonesia di Taiwan. PPI Taiwan sendiri dalam upaya mewujudkan tujuan tersebut, melakukan berbagai cara pendekatan yakni penyelenggaraan diskusi rutin dengan berbagai topik (webinar), penyikapan isu terhadap kondisi terkini di Indonesia dan penyelenggaraan forum ilmiah, Indonesian Scholar Scientific Summit (I-3S).

Secara umum kegiatan diskusi rutin atau webinar ini adalah salah satu langkah bersama yang bertujuan untuk mengembangkan kapasitas intelektual dan budaya diskusi keilmiahan di kalangan pelajar Indonesia di Taiwan. Diskusi ini menyuguhkan berbagai tema menarik dengan mengundang para narasumber yang memiliki kapasitas dalam tema yang diusung sehingga nantinya dapat meningkatkan kapasitas wawasan para pelajar Indonesia di Taiwan dan juga menghasilkan konklusi sumbangan ide bersama untuk pembangunan bagi Indonesia.

Jika 30 PPI kampus/kota se Taiwan melaksanakan diskusi rutin atau webinar 1 kali saja dalam setiap bulan, maka akan terlaksana 10 diskusi rutin setiap bulannya. Bayangkan apabila diskusi-diskusi rutin ini menghasilkan konklusi ide yang kemudian diteruskan kepada media dan pemegang tampuk kekuasaan maka akan memberikan sumbangan ide kebijakan dan memberikan manfaat kebaikan yang lebih besar kepada masyarakat.

Selain diskusi rutin yang dilakukan, PPI Taiwan juga mencoba berpartisipasi aktif dalam memberikan penyikapan isu-isu terhadap kejadian yang sedang berkembang di Indonesia. Salah satu pernyataan sikap yang pernah dilakukan adalah pengecaman tindakan terorisme yang terjadi di Surabaya. Pernyataan sikap atas kondisi kebangsaan ini akan terus dilakukan, karena melalui pernyataan-pernyataan sikap ini merupakan bagian tanggung jawab moral sebagai gerakan pelajar yang berbasis intlektualitas.

Dalam rangka semakin menggelorakan semangat gerakan intelektualitas, PPI Taiwan akan menyelenggarakan forum ilmiah yakni Indonesian Scholar Scientific Summit (I-3S). Agenda ini adalah agenda pertemuan tahunan para pelajar Indonesia di Taiwan yang bertujuan membangun persatuan, jejaring dan scientific atmosphere antara pelajar Indonesia di Taiwan. Selain itu, diharapakan forum ini akan mampu menghasilkan rekomendasi/resolusi yang dapat disumbangkan untuk kemajuan bangsa. .

Hasrat intelektual merupakan bagian yang harus melekat oleh para pelajar Indonesia. Apalagi pelajar merupakan bagian terkecil masyarakat Indonesia yang diberikan kesempatan untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi. Tentu sudah sewajarnya para pelajar harus bekerja keras dan bersungguh-sungguh untuk melakukan sesuatu yang lebih bagi Indonesia. Dan gerakan intelektualitas harus menjadi poros pergerakan organisasi pelajar di Taiwan karena dengan cara itulah kita sungguh-sungguh berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share
Share