Akselerator Implementasi 30.000 Calon Mahasiswa Indonesia di Taiwan

Share
MOU UNU dan Universitas di Taiwan

MOU UNU dan Universitas di Taiwan

Sebagaimana disampaikan dalam Memorandum of Understanding (MoU) Signing Ceremony antara Taiwan’s Universities and Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) oleh deputi menteri pendidikan Taiwan, Mr.Chao, diharapkan jumlah mahasiswa Indonesia yang studi di Taiwan bisa meningkat lima kali lipat, dari 6000 mahasiswa di 2018 menjadi 30.000 mahasiswa pada lima tahun yang akan datang.

Beberapa ulasan yang mendasari pernyataan ini adalah pertama, jumlah mahasiswa Taiwanese yang terus mengalami penyusutan deiring penurunan demografi Taiwan. Kedua, New Southbound Policy yang digagas oleh Presiden Tsai Ing Wen memfokuskan penguatan kerjasama dengan salah satunya negara-negara ASEAN termasuk Indonesia dan menjadikan pendidikan dengan segala program bantuannya menjadi soft-power dalam hubungan antar negara. Dan ketiga, Taiwan sebagai saalh satu fokus negara produsen teknologi Information Technology (dimana sejak 2016 berubah fokus ke Internet of Things) terbesar membutuhkan stabilitas tenaga riset, rekayasa, dan skill profesional. Sebagai realisasinya, berbagai langkah progresif terus dilakukan oleh pemerintah dan swas ta Taiwan. Salah satunya adalh dengan meningkatkan program kerjasama antar perguruan tinggi dan lembaga riset.

700 MoU itu harus mentransformasi UNU

Implementasinya pada tanggal l17 April 2018 telah ditanda tangani sekitar 700 MoU antara 40 Taiwan’s Universities dan 24 Universitas NU. Bagi sistem UNU ini merupakan starting point yang sangat strategis dalam pengembangan institusi pendidikannya. Harapannya bukan hanya sebagai dokumen pelengkap borang akreditasi lembaga, atau hanya sekedar alat promosi untuk menggaet mahasiswa baru. Banyak hal yang dapat dilakukan dengan pendidikan dan dosen, kunjungan profesor, joint seminar, benchmarking quality management, joint research, joint publication, double degree, culture exchange, dan joint program pengabdian masyarakat. Intinya, jarak kualitas yang cukup jauh antara rata-rata perguruan tinggi Indonesia dan universitas di Taiwan harus dapat memacu peningkatan kualitas. Universitas Taiwan yang rata-rata unggul dalam kualitas SDM, sarana prasarana, riset, dan publikasi harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan SDM Indonesia. MoU ini harus mampu mentransformasikan UNU menjadi institusi pendidikan berkelas dan mampu bersaing dalam era pasar bebas di dunia pendidikan.

PPI Taiwan sebgaai akselerator impementasi MoU

Ditengah hiruk-pikuk para Rektor UNU dan Taiwan’s Universities  yang menandatangani MoU itu, saya mulai berpikir apa yang bisa PPI Taiwan lakukan untuk membantu UNU merealisasi MoU ini menjadi program-program riil pengembangan institusi, SDM, dan riset. Karena biasanya pada tahap implementasi inilah yang paling sulit terealisasi. Pada tahap ini diperlukan inisiatif segenap civitas akademika dan dukungan sistem dalam institusi yang dapat memaksa terwujudnya realisasi program kerjasama, juga sangat diperlukan pihak pendukung yang mampu menjadi akselerator lahirnya program-program kerjasama antara kedua belah pihak. PPI Taiwan (Termasuk didalamnya PPI kampus dan PPI Kota) memiliki jaringan yang luas meliputi seluruh Taiwan, dan keberadaannya sudah dikenal oleh institusi kampus di Taiwan. Anggotanya yang menempuh pendidikan di S2 dan S3 dallam berbagai bidang riset telah membangun kedekatan para professor dikampusnya. Ini adalah dua aset yang perlu diberdayakan untuk membantu percepatan realisasi MoU.

PPI Taiwan telah menyiapkan program unggulan pendukung percepatan masuknya mahasiswa Indonesia ke Taiwan untuk memanfaatkan kuota pelajar internasional yang sangat besar, yang diberitakan ada penambahan 30.000 mahasiswa sampai tahun 2019. Dimanan peningkatan kuota itu juga diikuti peningkatan jumlah beasiswa dari kampus maupun pemerintah. Tentu ini adalah peluang emas untuk melahirkan ribuan doktor dari salah satu negara pengembang ilmu dan teknologi terbaik di dunia.

Secara sistemik, PPI Taiwan tidak hanya melakukan Roadshow yang sudah biasa dilakukan oleh setiap periode kepengurusan, tetapi juga menyiapkan materi-materi edukasi tentang budaya Taiwan, situasi sosiologi masyarakatnya, keunggulan perguruan tingginya, dan program-program beasiswa atau fellowship yang ditawarkan. Dikuatkan oleh materi dengan konten motivasi dari kalangan mahasiswa Indonesia dan Taiwan. Dengan dukungan Humas dan Media Center yang memanfaatkan semua lini platform IT, maka diahrapkan kan mampu mengahdirkan PPI Taiwan menjadi “Support System”  bagi kerjasama pendidikan yang telah terbentuk. Mendorong semaksimal mungkin agara para pelajar Indonesia mengambil studi berbeasiswa di Taiwan dan mendukung pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

Dalam sebuah kerjasama riset, mungkin jika diperlukan mahasiswa S2 dan S3 dapat berperan sebagai penghubung bagi joint research antar dosen UNU dan profesor. Terutama untuk mahasiwa-mahasiswa pada universitas yang memiliki MoU tersebut. Ini akan memudahkan dan mempercepat proses sekaligus mengatasi kesulitan aksen oleh pra dosen UNU.

Support system ini, akan bekerja masif dengan memberikan pengaruh yang sangat yang dahsyat jika 6000 mahasiswa Indonesia di Taiwan ikut ambil bagian. Seperti Chinese-American scientist  yang dulu samgat berperan menyipakan puluhan ribu doktor lulusan USA yagn sekarang pulang membangun kampung halamannya.

hayo bergerak bersama, menjadi bagian perubahan Indonesia

17 April 2018, palain de Chisese Hotel-Taipei

Ketua PPI Taiwan

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share
Share