Pelita Ilmu dari Pelajar Formosa

Share

Agaknya semangat “mari menjadi history maker” yang diucapkan oleh ketua PPI Taiwan 2017/2018, Lalu Tri Wijaya Nata Kusuma di saat pelantikan pengurus bulan April 2017 memang menjadi pemantik bagi para awak kapal yang ia nahkodai, terutama bagi pemangku tanggung jawab yang bersinggungan langsung dengan para Pekerja Migran Indonesia serta pengembangan kualitas pendidikan mereka.

Lho, memangnya para pelajar di Taiwan membuat apa, kok kelihatannya keren?

Nah, penasaran kan? Mari kita simak ulasan tentang usaha-usaha yang telah dilakukan oleh para pelajar di Taiwan untuk menghidupkan program pendidikan kesetaraan bagi para Pekerja Migran Indonesia.

Taoyuan (05/12) – Sejak pagi wilayah Taiwan, khususnya di Taiwan bagian utara, diselimuti atmosfer sendu. Mendung, dengan temperatur musim dingin yang sudah mulai merangkak turun mencapai tiga belas derajat Celcius. Suasana itu jauh berbeda jika dibandingkan semangat yang baru saja tumbuh dari para pelajar di sana, layaknya pelita yang baru saja menyala terang di tengah gelapnya malam tanpa cahaya, kini harapan masyarakat Indonesia yang ada di Taiwan untuk mengenyam pendidikan dasar semakin terbuka lebar.

“Saya ingat betul, saat itu tahun 2013. Para pelajar yang tergabung di Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan (PPI Taiwan) mengusahakan sebuah pergerakan masif untuk meningkatkan kualitas pendidikan para Tenaga Kerja Indonesia yang ada di Taiwan,” ujar Hasan Ismail mengawali kisahnya tentang sejarah pendirian PKBM PPI Taiwan.

Hasan Ismail, adalah mahasiswa S3 Teknik Mesin di National Chiao Tung University yang kini menjalani masa-masa beratnya di kampus (menjelang tahun akhir). Beliau secara resmi menyandang amanah sebagai Ketua Yayasan Pendidikan PPI Taiwan (lembaga induk dari P

KBM PPI Taiwan) tepat sehari sebelum artikel ini ditulis, yaitu 4 Desember 2017.

“Intinya PKBM PPI Taiwan adalah awalannya, sehingga YP-PPI Taiwan ada saat ini,” katanya mantap.

Ketika ditinjau sejarah tiga tahun ke belakang, memang Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) PPI Taiwan adalah lembaga yang paling berjasa memelopori peningkatan kualitas pendidikan bagi para Pekerja Migran Indonesia yang ada di Taiwan. Bahkan tak hanya para pekerja, kini anak-anak dari mahasiswa Indonesia yang sengaja diajak mengarungi kerasnya kehidupan kuliah pascasarjana oleh orang tuanya juga melirik potensi dari keberadaan pendidikan kesetaraan yang ditawarkan PKBM PPI Taiwan. Usaha pendirian lembaga yang bertujuan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar resmi bagi para Pekerja Migran Indonesia telah dirintis sejak tahun 2013 oleh para pelajar di Taiwan, lewat PPI Taiwan yang mengajukan izin pengadaan lembaga ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Program awal yang menjadi pijakan pendirian adalah Kejar Paket C (setara SMA). Di bulan November 2013, PPI Taiwan yang memutuskan untuk bekerjasama dengan Yayasan Bhakti Jaya Indonesia sebagai lembaga yang sudah lebih dahulu berdiri, membentuk lembaga bernama “Kejar Paket C (KPC) PPI Taiwan”. Tak menunggu lama, pendaftaran peserta didik perdana dibuka dan proses pembelajaran dimulai pada bulan yang sama.

Di manapun selalu sama, terlebih lagi ketika ada tujuan yang baik pasti ada saja tantangan yang harus dilalui. Seiring dengan berkembangnya kepengurusan KPC PPI Taiwan, pada bulan Juni 2015 Yayasan Bhakti Jaya Indonesia secara resmi melakukan pemutusan kerjasama dengan PPI Taiwan terkait KPC PPI Taiwan. Dan di sanalah titik balik KPC PPI Taiwan harus melakuan reorganisasi untuk mempertahankan kegiatan belajar mengajar yang harus tetap berjalan. Sehingga pada bulan berikutnya dibentuklah Kepengurusan Transisi yang diresmikan dengan nama lembaga baru yaitu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/Community Learning Center (PKBM/CLC) Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan atau dikenal dengan nama PKBM PPI Taiwan. Setelah melalui proses yang tak sebentar, akhirnya PKBM PPI Taiwan berhasil disahkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dengan diberikan kepercayaan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) pada Desember 2015.

Kesempatan diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI itu tidak disia-siakan begitu saja oleh kepengurusan saat itu. Selanjutnya untuk upaya memperluas akses pembelajaran bagi para Pekerja Migran Indonesia di seantero Taiwan, PKBM PPI Taiwan hadir di 3 kota di Taiwan, yang mewakili tiga wilayah: utara, tengah, dan selatan. Kota-kota yang menjadi jangkauan PKBM PPI Taiwan tersebut antara lain adalah: 1) Taipei, yang juga sebagai kantor pusat (di Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia) menjangkau wilayah Keelung, Taipei, New Taipei City, Yilan, Taoyuan, Hsinchu, dan Hualien; 2) Taichung, yang menjangkau Taichung, Changhwa, Nantou, Miaoli dan Yunlin; serta di 3) Kaohsiung yang harapannya dapat juga menjangkau daerah Chiayi, Tainan, Kaohsiung, Pingtung, dan Taitung. Saat itu PKBM PPI Taiwan tak lagi hanya mengandalkan program Kejar Paket C saja sebagai modal utama pelayanannya, akan tetapi merambah pada program Kejar Paket A (setara SD), Kejar Paket B (setara SMP), dan juga program pelatihan keterampilan. Hingga pada akhirnya prestasi terbesar dari PKBM PPI Taiwan berhasil ditorehkan pada Oktober 2017 lalu. Atas kerjasama yang dijalin kembali antara PKBM PPI Taiwan dengan Bhakti Jaya Indonesia, akhirnya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) perdana tahun 2017 berhasil diselenggarakan di Taiwan yang diikuti oleh 16 siswa program Kejar Paket C.

Suasana UNBK PKBM PPI Taiwan

“Kini pendidikan kesetaraan memang benar-benar setara, tak ada lagi sekat dan pembeda antara pendidikan normal berjenjang dengan kesetaraan, buktinya kalian (PKBM PPI Taiwan) bisa melaksanakan UNBK dengan standar yang sama dengan pendidikan formal di tanah air,” kata pak Subi Sudarto, S.Sos., M.Si., kepala seksi Pendidikan Berkelanjutan, Subdit Pendidikan Kesetaraan dan Pendidikan Berkelanjutan, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan (Kemendikbud RI) yang hadir pada saat UNBK di KDEI Taipei.

Prestasi tersebut tentunya tak lepas dari peran para pendahulu dan juga peran serta para pelajar Indonesia di Taiwan, lewat PPI Taiwan, dalam mengawal program penyetaraan kualitas pendidikan masyarakat Indonesia yang berada di pulau Formosa. Hingga akhirnya sebuah langkah serius untuk semakin mengembangkan PKBM PPI Taiwan dilaksanakan oleh kepengurusan PPI Taiwan 2017/2018. Aturan keharusan untuk memiliki induk lembaga berbadan hukum dari sebuah organisasi pendidikan yang ingin mendapatkan akreditasi resmi dari Kemendikbud RI dijawab dengan manis oleh para pelajar di Taiwan, dengan usaha yang tak mudah, dan tantangan-tantangan yang tak bisa disepelekan, tepat pada tanggal 4 Desember 2017 para pelajar di Taiwan secara resmi menjadi pelopor berdirinya lembaga pendidikan berbadan hukum pertama besutan Perhimpunan Pelajar Indonesia, bernama Yayasan Pendidikan PPI Taiwan (YP-PPI Taiwan). Mengantongi Surat Keputusan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia bernomor AHU-0017813.AH.01.04.Tahun 2017, kini YP-PPI Taiwan siap untuk mewujudkan masyarakat yang edukatif, kreatif, inovatif, dan komunikatif dalam upaya peningkatan kualitas hidup melalui jalur pendidikan, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan demi terciptanya kemandirian bangsa Indonesia, yang tertuang dalam visi organisasinya. (ozh/Red)

Artikel ini telah dipublikasikan di laman jawapos.com:

1. https://www.jawapos.com/read/2017/12/11/174034/pendidikan-kesetaraan-untuk-pekerja-migran-indonesia
2. https://www.jawapos.com/read/2017/12/11/174037/pkbm-ppi-taiwan-ada-di-tiga-kota
3. https://www.jawapos.com/read/2017/12/11/174039/proses-ppi-taiwan-bisa-mendirikan-pkbm

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share
Share