KDEI Optimis YP-PPI Taiwan Jadi Pelopor Peningkatan Kualitas Pendidikan Pekerja Migran Indonesia

Share

“Saya salut lho, kawan-kawan mahasiswa di Taiwan ini udah repot sama risetnya tapi masih peduli dengan pendidikan Pekerja Migran Indonesia,” imbuh Robert James Bintaryo, Kepala KDEI di Taipei.

Silaturahmi YP-PPI Taiwan ke KDEI Taipei

Kemarin sore (13/12) semangat yang terpancar dari tagline Bersahabat dan Bermanfaat PPI Taiwan 2017/2018 kembali menunjukkan eksistensinya. Di sesi silaturrahim dan perkenalan dari Yayasan Pendidikan PPI Taiwan (YP-PPI Taiwan) yang telah dijadwalkan pada pukul 15.00 Waktu Taipei tersebut, pihak Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei menyambut hangat perwakilan YP-PPI Taiwan. Ditemani oleh Tri Djuliyanto (Kepala Bagian Administrasi) bersama dengan Ernest Bj Tampubolon (Kasubbag Keuangan dan Kepegawaian), Kepala KDEI Taipei, Robert James Bintaryo berdiskusi dengan Hasan Ismail dan Rahmandhika Firdauzha Hary Hernandha tentang visi dan program kerja yang akan dibawa ke depan.

“Dalam dokumen SK Kemenkumham yang bapak pegang itu terdapat list nama-nama yang akan menjadi punggawa yayasan ini, pak,” ujar Rahmandhika mengawali diskusi.

Memang pada SK Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia bernomor AHU-0017813.AH.01.04.Tahun 2017 yang dimaksud, terdapat daftar aktor di balik berdirinya YP-PPI Taiwan. Tentunya atas inisiasi dan arahan Ketua PPI Taiwan 2017/2018, L. Tri Wijaya N. Kusuma, yang dalam hal ini didapuk menjadi Ketua Pembina YP-PPI Taiwan, ditemani Rahmandhika sebagai anggota Pembina, Rahmat Hertawan sebagai Pengawas, Hasan Ismail sebagai Ketua, Dwi Fortuna Anjusa Putra sebagai Sekretaris, Rifqa Asruroh Efnif sebagai Bendahara, Ida Nur’aini Noviyanti sebagai penanggungjawab bidang Pendidikan, serta Via Romadlona sebagai penanggungjawab bidang Sosial Kemanusiaan. Rencananya YP-PPI Taiwan akan mulai aktif mengawali kepengurusan pada 1 Januari 2018 dengan PKBM PPI Taiwan sebagai unit kerja pertama yang dinaungi.

“Selain PKBM PPI Taiwan, inshaAllah sekarang ini kami juga mempersiapkan program kerja lainnya, baik PKBM baru maupun kegiatan pelatihan keterampilan. Maka dari itu, satu bulan menjelang 2018 ini kami kejar setoran untuk menetapkan segala hal yang berguna sebagai fundamental yayasan,” terang Hasan Ismail.

Penjelasan tersebut berdasar, pasalnya memang YP-PPI Taiwan saat ini tengah mempersiapkan unit kerja barunya yang akan segera berdiri dalam waktu dekat, yaitu PKBM di kota Athena, Yunani. Koordinasi dan komunikasi secara intens dilakukan antara Hasan Ismail dengan komunitas mahasiswa dan pekerja migran Indonesia di sana sejak pekan lalu. Hasan, selaku ketua Yayasan yang berkantor pusat di Semarang ini optimis bahwa dimanapun letaknya ketika ada celah untuk bermanfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan pasti akan diusahakan. Hal tersebut selaras dengan visi YP-PPI Taiwan yang siap untuk mewujudkan masyarakat yang edukatif, kreatif, inovatif, dan komunikatif dalam upaya peningkatan kualitas hidup melalui jalur pendidikan, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan demi terciptanya kemandirian bangsa Indonesia.

“Wah, Athena ya? Bagus lah, kita (pelajar di Taiwan) bisa jadi pelopor. Saya salut lho, kawan-kawan mahasiswa di Taiwan ini udah repot sama risetnya tapi masih peduli dengan pendidikan (khususnya) untuk Pekerja Migran Indonesia,” imbuh Robert James Bintaryo.

“Iya lho pak Kepala, dan nanti kalau yayasan ini sudah berkembang yang paling diingat pasti ya mas-mas ini dan juga kepengurusan PPI Taiwan periode ini, sebagai pendiri dan pelopornya,” tanggap Ernest, diikuti dengan senyum dan anggukan optimis seisi ruangan.

Semoga dengan adanya sesi silaturrahim dan perkenalan dengan KDEI Taipei kali ini semakin menguatkan posisi dan eksistensi PPI Taiwan maupun YP-PPI Taiwan dalam memelopori mutu pendidikan bagi masyarakat Indonesia di manapun berada.

Dirangkum oleh:
Bidang Publikasi dan Jaringan Informasi PPI Taiwan 2017/2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share
Share