KMILN untuk Masyarakat Indonesia di Taiwan Masih Menginduk KJRI Hong Kong

Share

Taipei, Taiwan (Oktober 2017) – Akhir bulan Oktober kali ini sepertinya dianggap sebagai saat yang tepat bagi sounding tentang Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN) oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI Taipei). Menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) no. 76 tahun 2017 tentang Fasilitas Bagi Masyarakat Indonesia di Luar Negeri, yang ditanda tangani oleh Presiden Joko Widodo pada 3 Agustus 2017 lalu, malam ini KDEI mengundang seluruh masyarakat Indonesia lewat perwakilan organisasi-organisasi resmi yang dinaungi, seperti Indonesian Diaspora Network (IDN), Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Taiwan, Perpita, PCINU, PCIM, MTYT, KMKI, IOCA, dan juga APIT, untuk mendengarkan pengerahan langsung dari Tri Tharyat, S.H., LL.M. (Konsul Jenderal Republik Indonesia di KJRI Hong Kong, P.R.C.).

“Kartu ini (KMILN) adalah langkah awal pemerintah Indonesia dalam memberikan pengakuan dan penghargaan atas kontribusi WNI maupun ex-WNI yang berada di Luar Negeri, di manapun berada. Selain itu KMILN ini juga berguna dalam hal pendataan masyarakat Indonesia oleh Kementerian Luar Negeri agar lebih terintegrasi,” ujar Tri Tharyat dalam pemaparannya.

Perlu diketahui, bahwa dengan memegang KMILN, dalam Perpres no. 76 tahun 2017 ini menyebutkan bahwa Masyarakat Indonesia di Luar Negeri diberikan fasilitas berupa: a) Membuka rekening di bank umum; b) Memiliki properti di Indonesia; dan/atau c) Mendirikan badan usaha di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Hal tersebut selaras dengan pernyataan Tri Tharyat, bahwa memang KMILN ini berguna untuk meningkatkan pengakuan dan apresiasi pemerintah terhadap keberadaan diaspora Indonesia di luar negeri, baik bagi para pahlawan devisa: Buruh Migran Indonesia (BMI); Tenaga Kerja Intelektual: pelajar/mahasiswa Indonesia, maupun Pengusaha Indonesia yang berkiprah di luar negeri.

Adapun untuk KMILN ini akan diterbitkan dalam bentuk digital/elektronik, tidak dipungut biaya, dan akan berlaku selama 2 tahun (serta dapat diperpanjang). Dalam teknis pendataan di Taiwan, KDEI Taipei telah menunjuk bapak Nugroho Priyo Pratomo sebagai penanggung jawab. Dan untuk kriteria mendapatkan KMILN ini antara lain ada:

  1. Berusia lebih dari 18 Tahun
  2. WNI yang menetap di luar negeri minimal 2 Tahun
  3. WNA ex-WNI
  4. WNA ex-anak WNI atau salah satu dari orang tuanya adalah WNI

Lalu, untuk syarat dokumen yang harus diajukan untuk mendapatkan kartu ini secara umum yaitu:

  1. Paspor;
  2. Surat ijin tinggal di negara setempat;
  3. Akta kelahiran (untuk anak dari orang tua ex-WNI);
  4. Alien Resident Card (di Taiwan ini merupakan dokumen wajib bagi Warga Negara selain Taiwan, R.O.C.);
  5. Letter of Acceptance (LoA, bagi pelajar/mahasiswa) atau surat ijin kerja;
  6. Untuk WNA ex-WNI, persyaratan akan disesuaikan dengan aturan negara setempat, juga kebijakan perwakilan Indonesia di negara yang ditinggali.

Nah, jika sudah tahu kriteria dan persyaratan yang ada, lalu bagaimana sih prosedur pengajuannya? Untuk para diaspora Indonesia di Taiwan, berikut penulis merangkum prosedur untuk memperoleh KMILN, berdasarkan penjelasan dari KJRI Hong Kong yang hadir malam ini:

  1. Pemohon harus melengkapi syarat dokumen yang telah tercantum di paragraph sebelum ini;
  2. Pemohon melakukan pendaftaran online ke https://www.iocs.kemlu.go.id;
  3. Pemohon melakukan verifikasi data ke KDEI;
  4. Jika verified atau berhasil terverifikasi, perwakilan Republik Indonesia (dalam hal ini adalah KDEI Taipei) akan memberikan rekomendasi kepada Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia agar pemohon mendapatkan KMILN;
  5. Selanjutnya, pemerintah pusat akan menerbitkan KMILN resmi untuk pemohon;
  6. Dan KMILN akan dikirim melalui e-mail pribadi pemohon dan juga KDEI Taipei sebagai database.

Menurut Tri Tharyat, “Sekarang ini KMILN bagi masyarakat Taiwan masih memiliki satu kendala, yaitu pilihan negara untuk Taiwan sementara ini masih belum tersedia sehingga masih menginduk-status ke KJRI di Hong Kong. Oh iya, dan satu hal penting tentang KMILN yang perlu diingat, ini berlaku bagi para pemegang di semua negara, yaitu: pelanggaran terhadap identitas, perbuatan kriminal, dan kondisi pemegang KMILN meninggal dunia, maka KMILN akan segera dicabut oleh pemerintah RI.” (Ozh/Tag/Red)

Bapak Tri Tharyat (KJRI Hongkong) dengan bapak Robert (KDEI Taipei) pada Sosialisasi KMILN 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share
Share