AD/ART PPI Taiwan

Share

Lampiran Surat Ketetapan Bamus PPI Taiwan

No. 014/TAP/ST/BAMUS-PPI/X/2016

Tentang Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PPI Taiwan

 

ANGGARAN DASAR

DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA (PPI) TAIWAN

 

 

Pembukaan

 

Sejarah perjuangan Bangsa Indonesia telah mencatat peran penting pelajar Indonesia yang dimulai dari pergerakan Budi Utomo tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928, Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945, pergerakan pemuda, pelajar, dan mahasiswa tahun 1966, sampai dengan pergerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang telah membawa Bangsa Indonesia memasuki masa Reformasi. Hal ini membuktikan bahwa pelajar mampu berperan aktif sebagai garda terdepan dalam proses perjuangan, pembaruan, dan pembangunan bangsa.

Para pelajar Indonesia di Taiwan menyadari bahwa sesungguhnya persatuan melalui persahabatan, kesetiakawanan, gotong-royong, dan toleransi merupakan modal semangat kebangsaan dan nasionalisme di kalangan pelajar untuk senantiasa berperan dalam menjamin keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai generasi penerus yang terlibat dalam pencerdasan bangsa, sebagaimana diamanatkan dalam Preambule Undang-Undang Dasar 1945, para pelajar Indonesia di Taiwan bertekad menuntut ilmu yang seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya guna mendukung proses pembangunan bangsa, khususnya di bidang sumber daya manusia Indonesia. Melalui suatu komunitas ilmiah yang berakhlak mulia, sehat, cerdas, profesional, dan modern, maka para pelajar Indonesia di Taiwan mempersiapkan diri untuk mengembangkan potensi kepemimpinan, keterampilan, dan kemandirian yang kelak menjadi karakter tiap individu anak-anak bangsa.

Atas berkat rahmat Tuhan yang Maha Esa dan dengan didorong oleh keinginan serta kesadaran turut memikul tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka para pelajar Indonesia di Taiwan bersepakat untuk bersatu menjalankan dan mengembangkan organisasi dengan berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan.

 

 

ANGGARAN DASAR

PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA DI TAIWAN

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

 

Pasal 1

ISTILAH – ISTILAH  

 

Berikut adalah istilah-istilah yang digunakan di dalam Anggaran Dasar Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan:

(1)  KDEI merupakan singkatan dari Kantor Dagang Ekonomi Indonesia di Taipei

(2)  Bamus merupakan singkatan dari Badan Musyawarah Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan

(3)  PPI Taiwan merupakan singkatan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan

(4)  Banom merupakan singkatan dari Badan Otonom Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan

(5)  Pengurus adalah anggota biasa yang terlibat di dalam Kepengurusan PPI Taiwan dan dibuktikan dengan adanya Surat Keputusan Pengangkatan Pengurus PPI Taiwan oleh Bamus.

(6)  Pihak Ketiga adalah individu, institusi, atau organisasi luar yang memiliki Nota Kesepahaman dan/atau Perjanjian Kerjasama dengan PPI Taiwan dan/atau Banom

(7)  LPJ merupakan singkatan dari Laporan Pertanggungjawaban

(8)  AD merupakan singkatan dari Anggaran Dasar PPI Taiwan

(9)  ART merupakan singkatan dari Anggaran Rumah Tangga PPI Taiwan

 

BAB II

NAMA, KEDUDUKAN, WAKTU, MOTTO, DAN LAMBANG

 

Pasal 2

NAMA

 

Organisasi ini bernama Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan yang disingkat PPI Taiwan, atau dalam bahasa Inggris disebut Indonesian Student Association in Taiwan, atau dalam bahasa Mandarin disebut 台灣印尼學生聯合會  (táiwan yìnní xuésheng liánhéhuì).

 

Pasal 3

KEDUDUKAN

 

Sekretariat PPI Taiwan beralamatkan di KDEI.

 

Pasal 4

WAKTU DAN TEMPAT

 

(1)  PPI Taiwan dideklarasikan pada hari Minggu, tanggal 2 Mei 2010 untuk jangka waktu yang tidak ditentukan, bertempat di Holistic Building Chung Yuan Christian University, Chungli, Taiwan.

(2)  Piagam deklarasi pada acara tersebut ditandatangani oleh ketua tim deklarasi dan Kepala KDEI.


 

Pasal 5

MOTTO

 

Motto PPI Taiwan adalah “Berbakti untuk Ibu Pertiwi melalui Persatuan dan Prestasi.”

 

Pasal 6

LAMBANG ORGANISASI

(1)  Lambang PPI Taiwan sebagaimana di atas meliputi gambar segitiga berwarna biru tua yang di dalamnya terdapat gambar pulau Taiwan berwarna hijau, sepasang pelajar berwarna putih menggunakan topi toga berwarna merah, dan tulisan PPI Taiwan berwarna putih dengan makna sebagai berikut:

(a)  tulisan PPI Taiwan dengan huruf Calibri berwarna putih merupakan singkatan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan;

(b)  gambar pulau Taiwan berwarna hijau, bermakna PPI yang berada di Taiwan merupakan agen pembaharuan;

(c)  gambar sepasang pelajar bertopi toga sambil berjabat tangan, berwarna merah dan putih, bermakna persahabatan, kesetiakawanan, gotong-royong, dan toleransi yang menjiwai kegiatan PPI Taiwan dengan dilandasi oleh rasa cinta kepada tanah air Indonesia; dan

(d)  gambar segitiga berbentuk ujung anak panah berwarna biru, bermakna PPI Taiwan siap melesat ke atas dalam prestasi di bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Seni, dan Budaya.

(2)  Lambang PPI Taiwan dapat digunakan sebagai atribut organisasi dalam berbagai program kerja PPI Taiwan, serta media administratif sesuai dengan kebutuhan PPI Taiwan.

(3)  Di bawah lambang PPI Taiwan diperkenankan adanya tulisan yang menerangkan tentang nama PPI Taiwan dalam bahasa Inggris dan Mandarin seperti yang tertera pada pasal 2.

 

BAB III

AZAS, SIFAT, TUJUAN, DAN HIERARKI HUKUM

 

Pasal 7

ASAS DAN DASAR

 

PPI Taiwan berasaskan Pancasila dan berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945.

 

Pasal 8

SIFAT

 

PPI Taiwan mengutamakan persahabatan, kesetiakawanan, gotong-royong, dan toleransi serta bebas dari kepentingan suku, ras, agama, golongan, status sosial, maupun politik tertentu.

 

Pasal 9

TUJUAN

 

Tujuan PPI Taiwan adalah sebagai berikut:

(1)  Menjalin dan mempererat persaudaraan, persatuan, dan kesatuan seluruh pelajar Indonesia di Taiwan dalam berbagai kegiatan akademik, sosial, dan budaya.

(2)  Mewujudkan komunitas ilmiah yang profesional, kreatif, inovatif, dan berbudi pekerti luhur.

(3)  Berperan aktif sebagai duta bangsa untuk meningkatkan citra dan nama baik Indonesia di lingkungan masyarakat internasional melalui prestasi dan kegiatan ilmiah, sosial, dan budaya.

(4)  Meningkatkan hubungan kerjasama dan kemitraan yang baik dengan organisasi dan komunitas Indonesia lainnya baik yang berada di dalam maupun di luar Taiwan; untuk pelajar dan masyarakat di Taiwan pada khususnya, serta pelajar dan masyarakat di luar Taiwan pada umumnya.

 

Pasal 10

HIERARKI HUKUM

 

(1)  Hierarki hukum yang berlaku di dalam organisasi PPI Taiwan adalah:

(a)  Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945

(b)  Pancasila

(c)  AD dan ART PPI Taiwan

(d)  Sidang Istimewa

(e)  Kode Etik PPI Taiwan

(f)   Tata Tertib Bamus PPI Taiwan

(g)  Surat Keputusan Pimpinan Bamus PPI Taiwan

(h)  Tata Tertib Pengurus PPI Taiwan  

(i)    Surat Keputusan Ketua Umum PPI Taiwan

(j)    Regulasi Banom PPI Taiwan

(k)  Nota Kesepahaman dan/atau Perjanjian Kerjasama dengan Pihak Ketiga

(2) Produk hukum baru yang dibuat oleh seluruh entitas di dalam PPI Taiwan harus selaras dan tidak melangkahi hierarki hukum yang telah ada.

 

BAB IV

KEANGGOTAAN

 

Pasal 11

KEANGGOTAAN

Keanggotaan PPI Taiwan terdiri dari Anggota Biasa dan Anggota Kehormatan.

 

BAB V

ORGANISASI

 

Pasal 12

STRUKTUR ORGANISASI

 

Struktur organisasi PPI Taiwan adalah sebagai berikut:

(1)  PPI Taiwan menganut sistem legislatif dan eksekutif.

(2)  Kekuasaan legislatif dijalankan oleh sebuah Badan Musyawarah (Bamus) yang merupakan perwakilan anggota PPI Taiwan yang berasal dari seluruh perguruan tinggi di Taiwan.

(3)  Kekuasaan eksekutif dijalankan oleh sebuah kepengurusan.

 

Pasal 13

BADAN MUSYAWARAH

 

(1)  Anggota Bamus berasal dari perwakilan anggota PPI Taiwan yang diusulkan dari setiap PPI Perguruan Tinggi di Taiwan

(2)  Jumlah anggota Bamus yang diusulkan sesuai ayat (1) mempertimbangkan jumlah anggota PPI Taiwan di PPI Perguruan Tinggi, serta melalui skala perwakilan sebagai berikut:

(a)  1- 10 orang diwakili oleh 1 (satu) orang Bamus;

(b)  11 – 20 orang diwakili oleh 1 (satu) sampai 2 (dua) orang Bamus; dan

(c)  21 orang ke atas diwakili oleh 1 (satu) sampai 3 (tiga) orang Bamus.

(3)  Bamus dipimpin oleh seorang Ketua dan dibantu oleh seorang Sekretaris serta seorang Wakil Sekretaris yang dipilih di antara Anggota Bamus dari 3 (tiga) wilayah yang berbeda, yaitu wilayah utara, tengah, dan selatan Taiwan.

(4)  Masa jabatan Bamus adalah 1 (satu) tahun dan dapat dipilih kembali untuk maksimum 1 (satu) periode kepengurusan berikutnya.

 

Pasal 14

KEPENGURUSAN

 

(1)   Kekuasaan eksekutif dilaksanakan oleh sebuah kepengurusan yang sekurang-kurangnya terdiri dari:

(a)  Ketua Umum;

(b)  Sekretaris Umum; dan

(c)  Bendahara Umum.

(2)  Masa jabatan Pengurus adalah 1 (satu) tahun dan dapat dipilih kembali untuk maksimum 1 (satu) periode kepengurusan berikutnya.

(3)  Pengurus berkewajiban menyampaikan LPJ Tahunan Kepengurusan kepada Bamus pada setiap akhir periode kepengurusannya di dalam Sidang Istimewa Bamus PPI Taiwan.

 

Pasal 15

PPI WILAYAH, PPI KOTA, DAN PPI PERGURUAN TINGGI

 

(1)  Pengurus PPI Taiwan dapat melakukan inisiasi pembentukan PPI Wilayah, PPI Kota, dan/atau PPI Perguruan Tinggi.

(2)  PPI Wilayah terdiri dari anggota PPI Taiwan yang berada di wilayah utara, tengah, dan selatan Taiwan.

(3)  PPI Kota terdiri dari anggota PPI Taiwan yang berada di dalam city atau county di Taiwan.

(4)  PPI Perguruan Tinggi terdiri dari anggota PPI Taiwan yang berada di dalam lingkup perguruan tinggi atau universitas di Taiwan.

(5)  PPI Wilayah, PPI Kota, dan PPI Perguruan Tinggi diwajibkan untuk tunduk kepada hierarki hukum yang berada di dalam PPI Taiwan seperti yang tertera pada pasal 10.

 

Pasal 16

BADAN OTONOM

 

(1)    Badan otonom atau yang selanjutnya disingkat Banom merupakan organisasi di bawah PPI Taiwan dengan struktur organisasi yang terpisah.

(2)    Terdapat tiga jenis Banom PPI Taiwan berdasarkan latar belakang pendiriannya, yaitu:

(a)  Banom yang merupakan inisiatif PPI Taiwan yang dibuktikan oleh adanya Surat Keputusan Pendirian Banom oleh Ketua Umum PPI Taiwan.

(b)  Banom yang merupakan inisiatif PPI Taiwan dan merupakan lembaga yang diakui oleh negara serta dibuktikan oleh adanya Surat Keputusan Pendirian Banom oleh Ketua Umum PPI Taiwan dan Nomor Induk Lembaga yang telah disahkan oleh negara.

(c)  Banom yang memiliki keterlibatan dengan Pihak Ketiga dalam pendiriannya, dibuktikan oleh adanya Nota Kesepahaman dan/atau Perjanjian kerjasama.

(3)    PPI Taiwan berhak untuk mengetahui dan melakukan pengawasan kegiatan di dalam Banom.

(4)    Fungsi, hak, kewajiban, dan wewenang Pengurus PPI Taiwan di dalam kinerja Banom akan diatur di dalam aturan tersendiri selama tidak bertentangan dengan hierarki hukum PPI Taiwan yang tercantum pada pasal 10.

(5)    Masa jabatan Ketua Banom adalah 1 (satu) tahun dan dapat dipilih kembali untuk maksimum 1 (satu) periode kepengurusan berikutnya.

(6)    Pengurus Banom selain Ketua Banom dapat memperpanjang masa jabatannya sebagai pengurus dengan masa kepengurusan maksimum adalah ditentukan oleh Banom terkait. 

(7)    Banom berkewajiban untuk menyampaikan LPJ Tahunan Kepengurusan kepada Ketua Umum PPI Taiwan pada setiap akhir periode kepengurusan PPI Taiwan terkait.

 

Pasal 17

PELINDUNG

 

Pelindung PPI Taiwan adalah Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei.

 

BAB VI

KEKUASAAN TERTINGGI

 

Pasal 18

KEKUASAAN TERTINGGI ORGANISASI

 

Kekuasaan tertinggi PPI Taiwan adalah Sidang Istimewa PPI Taiwan.

BAB VII

PERMUSYAWARATAN DAN RAPAT-RAPAT

 

 Pasal 19

PERMUSYAWARATAN

 

Berikut adalah permusyawaratan PPI Taiwan yang diurutkan berdasarkan tingkat kekuasaan dari yang tertinggi hingga terendah:

(1)   Sidang Istimewa

(2)   Sidang Terbatas

(3)   Rapat Paripurna

(4)   Rapat Pengurus

 

BAB VIII

KEUANGAN DAN KEKAYAAN

 

Pasal 20

KEUANGAN DAN KEKAYAAN

 

Keuangan dan kekayaan PPI Taiwan diperoleh dari:

(1)  Anggota;

(2)  Hibah;

(3)  Bantuan yang bersifat tidak mengikat;

(4)  Kontribusi Banom;

(5)  Honor kepada PPI Taiwan yang diberikan oleh pihak yang melakukan kerjasama pelaksanaan kegiatan; dan

(6)  Usaha-usaha lain yang sah dan tidak bertentangan dengan hukum dan tujuan PPI Taiwan.

 

Pasal 21

PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN

 

(1)  Pengelolaan keuangan dan perbendaharaan PPI Taiwan dilaksanakan berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

(2)  Banom PPI Taiwan berkewajiban memberikan LPJ keuangan kepada Pengurus sebelum Sidang Istimewa.

(3)  Pengurus PPI Taiwan berkewajiban memberikan LPJ Keuangan kepada Bamus dalam Sidang Istimewa.

 

BAB IX

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR

 

Pasal 22

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR

 

(1)  Perubahan AD dilakukan oleh Bamus pada Sidang Terbatas Bamus.

(2)  Perubahan AD dimungkinkan atas dasar usul tertulis yang diajukan oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah Anggota Bamus dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 15 hari sebelum berakhirnya periode jabatan Bamus.

(3)  Keputusan mengenai perubahan AD diambil secara musyawarah dan mufakat, apabila musyawarah dan mufakat tidak tercapai maka putusan diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah Anggota Bamus yang hadir.

BAB X

PEMBUBARAN

 

Pasal 23

PEMBUBARAN

 

(1)  PPI Taiwan hanya dapat dibubarkan melalui Sidang Istimewa dengan persetujuan tertulis dari semua Anggota Bamus.

(2)  Apabila PPI Taiwan dibubarkan maka seluruh hak milik organisasi diserahkan kepada lembaga-lembaga sosial Indonesia.

 

BAB XI

KETENTUAN PERALIHAN DAN PENUTUP

 

Pasal 24

ATURAN PERALIHAN BAMUS AD HOC

 

(1)  Tim Deklarasi PPI Taiwan mengatur dan menyelenggarakan berdirinya PPI Taiwan pada hari Minggu, tanggal 2 Mei 2010.

(2)  Pasca Deklarasi, Tim Deklarasi selanjutnya disebut sebagai Badan Musyawarah Ad Hoc (Bamus Ad Hoc) yang bertugas menyusun Anggaran Dasar dan  Anggaran Rumah Tangga.

(3)  Ketua Umum PPI Taiwan periode pertama dipilih oleh Bamus Ad Hoc, sedangkan untuk periode berikutnya diatur sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

(4)  Selambat-selambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diangkat, Pengurus PPI Taiwan melengkapi sensus anggota dalam rangka mewujudkan terbentuknya Bamus untuk menggantikan Bamus Ad Hoc.

(5)  Selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak pengurus PPI Taiwan melengkapi data anggota, Bamus Ad Hoc memilih dan mengangkat Bamus periode pertama PPI Taiwan.

 

Pasal 25

ATURAN PERALIHAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR

 

(1)  Perubahan AD PPI Taiwan diberlakukan sejak tanggal ditetapkan dan disahkannya.

(2)  Selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak Bamus melakukan penetapan dan pengesahan perubahan AD PPI Taiwan, seluruh entitas di dalam PPI Taiwan berkewajiban untuk melaksanakan aturan di dalam AD.

(3)  Selambat-lambatnya dalam waktu 2 (dua) bulan sejak Bamus melakukan penetapan dan pengesahan perubahan AD PPI Taiwan, seluruh entitas di dalam PPI Taiwan berkewajiban untuk melengkapi hierarki hukum di dalam AD.

 

Pasal 26

PENUTUP

 

(1)  Ketentuan-ketentuan lain yang belum diatur dalam AD ini akan diatur di dalam ART.

(2)  AD PPI Taiwan pertama kali disahkan oleh Bamus Ad Hoc.

(3)  Amandemen AD PPI Taiwan ini merupakan amandemen yang ke – 1 (satu) dan ditetapkan di Chung Yuan Christian University, Zhongli District, Taoyuan City, Taiwan ROC pada tanggal 9 Oktober 2016.

 

Ditetapkan dan disahkan di Zhongli District, Taoyuan City, Taiwan ROC

Pada hari Minggu, 9 Oktober 2016

Pukul 15.31 Waktu Taiwan

 

 


 

 ANGGARAN RUMAH TANGGA

PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA (PPI) TAIWAN

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

 

Pasal 1

ISTILAH – ISTILAH  

 

Berikut adalah istilah-istilah yang digunakan di dalam Anggaran Rumah Tangga Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan:

(1)       KDEI merupakan singkatan dari Kantor Dagang Ekonomi Indonesia di Taipei

(2)       Bamus merupakan singkatan dari Badan Musyawarah Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan

(3)       PPI Taiwan merupakan singkatan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan

(4)       Banom merupakan singkatan dari Badan Otonom Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan

(5)       Pengurus adalah anggota biasa yang terlibat di dalam Kepengurusan PPI Taiwan dan dibuktikan dengan adanya Surat Keputusan Pengangkatan Pengurus PPI Taiwan oleh Bamus.

(6)       Pihak Ketiga adalah institusi atau organisasi luar yang memiliki Nota Kesepahaman dan/atau Perjanjian Kerjasama dengan PPI Taiwan dan/atau Banom

(7)       LPJ merupakan singkatan dari Laporan Pertanggungjawaban

(8)       AD merupakan singkatan dari Anggaran Dasar PPI Taiwan

(9)       ART merupakan singkatan dari Anggaran Rumah Tangga PPI Taiwan

(10)    Kode etik adalah Kode Etik PPI Taiwan

(11)    SARA merupakan singkatan dari Suku, Adat, Ras, dan Agama

(12)    PPI Perguruan Tinggi memiliki istilah dalam bahasa inggris yang disebut dengan Indonesian Student Association.

 

 Pasal 2

FUNGSI ANGGARAN RUMAH TANGGA

 

ART PPI Taiwan berfungsi sebagai penjelas aturan-aturan yang telah disebutkan di dalam AD PPI Taiwan.

 

BAB II

NAMA DAN LAMBANG ORGANISASI

 

Pasal 3

PENGGUNAAN NAMA DAN LAMBANG ORGANISASI 

 

(1)  Penggunaan nama dan lambang PPI Taiwan adalah pada media administrasi, publikasi, serta promosi kegiatan PPI Taiwan, Banom, dan/atau kegiatan PPI Taiwan yang bekerjasama dengan pihak ketiga.

(2)  Stempel PPI Taiwan menggunakan lambang yang tertera pada AD pasal 6.

(3)  Nama dan lambang PPI Taiwan tidak diperkenankan sebagai salah satu media promosi dukungan partai politik dan kegiatan yang berpotensi menyinggung SARA.

(4)  PPI Wilayah, PPI Kota, dan PPI Perguruan Tinggi diperkenankan untuk membuat lambang sendiri dengan tetap menyertakan lambang PPI Taiwan pada setiap program kerjanya.

(5)  Banom diperkenankan untuk membuat nama dan lambang sendiri dengan tetap menyertakan lambang PPI Taiwan pada setiap program kerjanya.

(6)  Pihak ketiga yang ingin menggunakan nama dan/atau lambang PPI Taiwan harus mendapatkan persetujuan penggunaan nama dan/atau lambang dari Ketua Umum PPI Taiwan pada masa jabatan aktif.

BAB III

HIERARKI HUKUM PPI TAIWAN

 

Pasal 4

KODE ETIK

 

(1)  Kode etik adalah pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam berorganisasi di dalam PPI Taiwan.

(2)  Tujuan kode etik adalah untuk melindungi organisasi dari berbagai tindakan yang dapat merugikan organisasi.

(3)  Kode etik disusun, diubah, dan disahkan oleh Bamus.

 

Pasal 5

TATA TERTIB

 

(1)  Tata Tertib adalah peraturan-peraturan yang mengatur tentang berbagai kegiatan di dalam PPI Taiwan yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh entitas terkait.

(2)  Terdapat dua jenis tata tertib di dalam PPI Taiwan, yaitu:

(a)  Tata Tertib Bamus PPI Taiwan, merupakan aturan mengenai kegiatan di dalam Bamus serta disahkan dan ditetapkan oleh Pimpinan Bamus PPI Taiwan; dan

(b)  Tata Tertib Pengurus PPI Taiwan, merupakan aturan mengenai kegiatan di dalam Kepengurusan PPI Taiwan yang dibuat, disahkan, dan ditetapkan oleh Ketua Umum PPI Taiwan, serta disetujui oleh Bamus.

(3)  Bamus dan Pengurus diperkenankan untuk membuat tata tertib berdasarkan tujuan tata tertib tersebut tanpa ada batasan jumlah tata tertib yang dapat dibuat.

Pasal 6

SURAT KEPUTUSAN

 

(1)  Surat Keputusan adalah surat yang berisi keputusan terkait kebijakan organisasi yang dibuat oleh pimpinan organisasi.

(2)  Terdapat empat jenis surat keputusan di dalam PPI Taiwan, yaitu:

(a)  Surat Keputusan Kepala KDEI merupakan surat keputusan yang dibuat oleh Kepala KDEI sebagai Pelindung berkaitan dengan kebijakan terhadap seluruh entitas di dalam PPI Taiwan.

(b)  Surat Keputusan Pimpinan Bamus merupakan surat keputusan yang dibuat oleh Pimpinan Bamus berkaitan dengan kebijakan di dalam lingkungan Bamus dan/atau Pengurus.

(c)  Surat Keputusan Ketua Umum PPI Taiwan merupakan surat keputusan yang dibuat oleh Ketua Umum PPI Taiwan berkaitan dengan kebijakan di dalam lingkungan Pengurus dan/atau Banom.

(d)  Surat Keputusan Ketua Banom merupakan surat keputusan yang dibuat oleh Ketua Banom tentang kebijakan di dalam lingkungan Banom terkait.

(3)  Pelindung, Bamus, Pengurus, dan Banom diperkenankan untuk membuat surat keputusan berdasarkan kebijakan yang akan dibuat tanpa ada batasan jumlah dan tidak bertentangan dengan hierarki hukum PPI Taiwan.

 

Pasal 7

REGULASI BANOM

 

(1)  Regulasi Banom adalah peraturan-peraturan yang mengatur tentang kinerja Banom PPI Taiwan dan dibuat oleh Banom itu sendiri.

(2)  Banom yang diwajibkan memiliki regulasi banom adalah Banom yang merupakan inisiasi PPI Taiwan seperti yang dimaksud pada AD pasal 16 ayat (2) huruf (a) dan Banom yang merupakan inisiasi PPI Taiwan serta merupakan lembaga yang diakui oleh negara seperti yang dimaksud pada AD pasal 16 ayat (2) huruf (b).

(3)  Banom yang memiliki nota kesepahaman dan/atau perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga seperti yang dimaksud pada AD pasal 16 ayat (2) huruf (c) diwajibkan untuk memiliki regulasi banom serta menuliskan tentang berbagai kesepakatan kinerja dan wewenang antara PPI Taiwan, Banom, dan Pihak Ketiga.

 

Pasal 8

PERJANJIAN KERJASAMA

 

(1)  Perjanjian kerjasama adalah semua persetujuan yang dibuat secara sah berlaku sebagai acuan hukum bagi Para Pihak yang membuatnya.

(2)  Perjanjian kerjasama dibuat oleh Para Pihak yang terdiri dari:

(a)  Pihak Pertama adalah PPI Taiwan;

(b)  Pihak Kedua adalah Banom PPI Taiwan jika diperlukan adanya Banom dalam kerjasama; dan

(c)  Pihak Ketiga adalah Pihak manapun tidak terbatas pada individu, entitas, pemerintah Indonesia, ataupun swasta

(3)  PPI Taiwan dapat melakukan kerjasama dengan pihak ketiga apabila:

(a)  Pihak ketiga dapat membuktikan diri bahwa dirinya adalah benar dan sah secara hukum yang dibuktikan dengan adanya dokumen yang akuntabel.

(b)  Dalam perjanjian diwajibkan memiliki Nota Kesepahaman dan/atau Perjanjian Kerjasama yang melibatkan semua pihak.

(c)  Tidak bertentangan dengan AD, ART, Kode Etik, Tata Tertib, dan produk hukum lainnya di PPI Taiwan sebagaimana dimaksud pada AD Pasal 10.

(4) Aturan lebih lanjut mengenai Perjanjian Kerjasama diatur di dalam Bab X tentang Perjanjian Kerjasama.

 

BAB IV

KEANGGOTAAN

 

Pasal 9

DEFINISI KEANGGOTAAN

 

(1)  Jenis keanggotaan PPI Taiwan sesuai dengan yang tercantum pada AD Pasal 11.

(2)  Anggota Biasa PPI Taiwan adalah:

(a)  Warga Negara Indonesia yang berstatus pelajar di Taiwan mulai dari Sekolah Menengah Atas hingga Tingkat Doktor yang dibuktikan dengan statusnya sebagai pelajar di dalam Taiwan (R.O.C) Resident Certificate;

(b)  Terdaftar pada salah satu Lembaga Pendidikan/Pengajaran formal di Taiwan pada tahun ajaran yang sedang berjalan dengan masa studi minimum 6 (enam) bulan; atau

(c)  Tercatat sebagai anggota pada suatu PPI Perguruan Tinggi, PPI Kota, atau PPI Wilayah di Taiwan.

(3)  Anggota Kehormatan PPI Taiwan adalah mereka yang dianggap telah berjasa bagi organisasi atau yang berdasarkan pengalaman, pengetahuan atau jabatannya dapat menunjang perkembangan organisasi berdasarkan atas usulan Anggota Biasa dengan pertimbangan Pengurus, dan keputusan Bamus dalam Rapat Paripurna yang dibuktikan dengan adanya Surat Keputusan Pimpinan Bamus.

 

Pasal 10

PENCABUTAN KEANGGOTAAN

 

Keanggotaan PPI Taiwan akan hilang dikarenakan oleh:

(1)  tidak lagi berstatus sebagai pelajar sebagaimana dimaksud pada pasal 9 ayat (2);

(2)  meninggal dunia;

(3)  mengajukan pengunduran diri; atau

(4)  dikeluarkan dari keanggotaan karena melanggar aturan hukum yang berlaku di PPI Taiwan sebagaimana tertera pada AD pasal 10 dan/atau sebab tertentu lain yang merugikan organisasi berdasarkan atas pertimbangan dan keputusan Bamus.

 

Pasal 11

HAK DAN KEWAJIBAN

 

(1)  Hak dan kewajiban Anggota Biasa meliputi:

(a)  hak untuk memilih dan dipilih;

(b)  hak untuk mengeluarkan pendapat;

(c)  hak untuk mengikuti semua kegiatan;

(d)  hak untuk mengikuti kegiatan ke luar mewakili organisasi dengan persetujuan Ketua Umum PPI Taiwan;

(e)  kewajiban untuk tunduk kepada AD dan ART serta peraturan lain yang berlaku; dan

(f)   kewajiban untuk membantu secara aktif program-program kegiatan organisasi secara gotong-royong.

(2)  Hak dan kewajiban Anggota Kehormatan meliputi:

(a)    hak untuk hadir dalam rapat-rapat organisasi sebagai peninjau jika mendapatkan undangan; 

(b)    kewajiban mematuhi AD, ART, dan peraturan lain yang berlaku; dan

(c)    kewajiban membantu kegiatan organisasi.

BAB V

PEMBAGIAN WILAYAH PPI TAIWAN

 

Pasal 12

PEMBAGIAN WILAYAH

 

(1)  Pembagian wilayah PPI Taiwan dilakukan berdasarkan jumlah Perguruan Tinggi di tiap wilayah, sehingga:

(a)  wilayah Utara meliputi seluruh perguruan tinggi yang berada di daerah Taipei, Keelung, Taoyuan, Yilan, Hualien, dan Taitung;

(b)  wilayah Tengah meliputi seluruh perguruan tinggi yang berada di daerah Hsinchu, Miaoli, Taichung, Changhua, dan Nantou; dan

(c)  wilayah Selatan meliputi seluruh perguruan tinggi yang berada di daerah Chiayi, Tainan, Kaohsiung, dan Pingtung.

(2)  Wilayah-wilayah sebagaimana dimaksud ayat (1) dapat membentuk PPI Wilayah dengan persetujuan Ketua Umum PPI Taiwan; demikian pula dengan pembentukan PPI Kota dan PPI Perguruan Tinggi.

(3)  Pengawasan kinerja PPI Wilayah dan PPI Kota dilakukan oleh Koordinator Bamus Wilayah.

(4)  Kepengurusan tingkat wilayah, kota, dan perguruan tinggi dilakukan sesuai situasi, kondisi, dan kebutuhan masing-masing tingkat.

(5)  Pengurus-pengurus PPI Wilayah, PPI Kota, dan PPI Perguruan Tinggi mewakili organisasi ke dalam wilayah kekuasaannya masing-masing dan keluar hingga tingkat PPI Taiwan, kecuali mewakili ke luar organisasi dengan persetujuan Ketua Umum PPI Taiwan sebagaimana dimaksud pada pasal 11 ayat (1) huruf (d).

(6)  Hal ikhwal mengenai keanggotaan yang belum tercantum dalam AD dan ART akan diatur dalam peraturan tersendiri yang dikeluarkan oleh Pimpinan Bamus dan/atau Ketua Umum PPI Taiwan.

 

BAB VI

BADAN MUSYAWARAH

 

Pasal 13

KEANGGOTAAN BADAN MUSYAWARAH

 

(1)  Persyaratan untuk menjadi Anggota Bamus adalah:

(a)  individu yang telah menjadi Anggota Biasa PPI Taiwan sebagaimana dimaksud pada pasal 9 minimum selama 3 (tiga) bulan;

(b)  diajukan oleh PPI dari suatu Perguruan Tinggi sebagaimana dimaksud pada AD pasal 13 ayat (1);

(c)  jumlah perwakilannya sesuai dengan yang tertera pada AD pasal 13 ayat (2); dan

(d)  diajukan melalui Koordinator Bamus Wilayah.

(2)  Masa keanggotan Bamus adalah selama satu tahun, dan dapat dipilih kembali maksimal untuk satu tahun keanggotaan berikutnya sebagaimana dimaksud pada AD pasal 13 ayat (4)

(3)  Jumlah Anggota Bamus yang berasal dari Bamus periode sebelumnya adalah tidak melebihi 60% dari total Anggota Bamus.

(4)  PPI Perguruan Tinggi yang tidak memiliki pengganti Bamus untuk periode selanjutnya serta sudah mencapai batas maksimum 2 (dua) tahun masa jabatan, diperkenankan untuk memperpanjang masa jabatannya maksimum 1 (satu) tahun pada periode berikutnya dan dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan dari Ketua PPI Perguruan Tinggi terkait.

(5)  Bamus yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris, dan anggota ditetapkan oleh Pimpinan Bamus periode sebelumnya pada Sidang Istimewa.

(6)  Bamus dilantik oleh Pelindung bersamaan harinya dengan pelantikan pengurus PPI Taiwan.

(7)  Jabatan Ketua, Sekretaris, dan Wakil Sekretaris Bamus seperti pada AD pasal 13 ayat (3), serta ketua komisi, tidak diperkenankan untuk merangkap jabatan strategis pada organisasi Indonesia lainnya di Taiwan.

(8)  Status keanggotaan Bamus PPI Taiwan akan hilang sebelum masa jabatan berakhir dikarenakan oleh:

(a)  tidak lagi berstatus sebagai pelajar sebagaimana dimaksud pada pasal 9 ayat (2);

(b)  meninggal dunia;

(c)  mengajukan pengunduran diri; atau

(d)  dikeluarkan dari keanggotaan karena melanggar produk hukum PPI Taiwan sebagaimana tertera pada AD pasal 10 dan/atau sebab tertentu lain yang merugikan organisasi berdasarkan atas pertimbangan dan keputusan Bamus.

(9)  Anggota Bamus yang hilang status keanggotaan seperti dimaksud pada ayat (8) di atas, PPI Perguruan Tingginya dapat mengajukan penggantian anggota Bamus yang baru selama tidak bertentangan dengan ayat (1) dan (2).

 

Pasal 14

TUGAS BADAN MUSYAWARAH

 

(1)  Tugas Bamus meliputi:

(a)  menyampaikan aspirasi anggota dari tiap Perguruan Tinggi untuk menentukan garis-garis kebijaksanaan bagi pelaksanaan tugas kegiatan organisasi secara umum;

(b)  menyusun dan/atau mengubah produk hukum;

(c)  melantik dan memberhentikan Ketua Umum PPI Taiwan;

(d)  mengusulkan alternatif program-program kerja yang dapat dipilih oleh Pengurus pada periode yang sedang berjalan;

(e)  melakukan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan program kerja Pengurus; dan

(f)   menerima atau menolak LPJ tahunan Kepengurusan PPI Taiwan.

(2)  Untuk mengkoordinasikan kepentingan aspirasi para anggota melalui Bamus, maka masing-masing wilayah memiliki Koordinator Bamus Wilayah.

(3)  Bamus masa jabatan aktif memilih dan menetapkan Ketua Umum PPI Taiwan periode berikutnya pada Sidang Istimewa, setelah penetapan Bamus masa jabatan aktif oleh Bamus periode sebelumnya.

(4)  Bamus melantik Ketua Umum dan Pengurus PPI Taiwan paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak Ketua Umum PPI Taiwan ditetapkan.

(5)  Aturan mengenai pelantikan Ketua Umum PPI Taiwan tertera di dalam aturan yang terpisah selama tidak melanggar AD ART PPI Taiwan.

(6)  Bamus memberikan rekomendasi program kerja kepada Pengurus.

 

Pasal 15

PRODUK HUKUM BADAN MUSYAWARAH

 

Bamus berhak untuk menyusun dan/merubah produk hukum sesuai situasi dan kondisi PPI Taiwan, di antaranya adalah:

(1)  Anggaran Dasar PPI Taiwan, yang dapat diubah sesuai ketentuan di dalam AD pasal 22;

(2)  Anggaran Rumah Tangga PPI Taiwan, yang dapat diubah sesuai ketentuan di dalam ART pasal 37.

(3)  Kode Etik PPI Taiwan, yang dapat diubah sesuai ketentuan di dalam Kode Etik terkait.

(4)  Tata Tertib Bamus PPI Taiwan, yang dapat dibuat sesuai dengan kondisi Bamus dalam masa jabatan aktif dan dapat diubah sesuai ketentuan di dalam Tata Tertib terkait.

(5)  Tata Tertib Pengurus PPI Taiwan, yang dapat dibuat sesuai dengan kondisi pengurus PPI Taiwan dalam masa jabatan aktif dan dapat diubah sesuai ketentuan di dalam Tata Tertib terkait.

(6)  Surat Keputusan Pimpinan Bamus PPI Taiwan, yang dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan dan mempertimbangkan kondisi dan situasi PPI Taiwan.

(7)  Regulasi lainnya yang tidak bertentangan dengan produk hukum PPI Taiwan sebagaimana tertera pada AD pasal 10.

 

Pasal 16

KEUANGAN DAN KEKAYAAN BADAN MUSYAWARAH

 

(1)  Program kerja Bamus yang berupa Sidang Istimewa dan Pelantikan Bamus serta Pengurus, pendanaannya dimasukkan ke dalam program kerja PPI Taiwan.

(2)  Program kerja Bamus yang membutuhkan pendanaan dapat dimasukkan ke dalam program kerja PPI Taiwan.

(3)  Pendanaan yang didapatkan oleh Bamus tanpa melibatkan pengurus, merupakan dana kas Bamus yang dapat digunakan untuk mendanai program kerja Bamus.

 

BAB VII

PENGURUS PPI TAIWAN

 

Pasal 17

KETUA UMUM

 

(1)  Syarat menjadi ketua umum PPI Taiwan adalah:

(a)  Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

(b)  Cakap, Jujur, dan Amanah

(c)  Tidak pernah melakukan perbuatan tercela atau melanggar hukum

(d)  Memiliki integritas yang tinggi

(e)  Anggota biasa PPI Taiwan seperti yang dimaksud pada pasal 9, selama minimal 6 bulan

(f)   Tidak sedang terlibat sebagai anggota atau pengurus di dalam organisasi atau partai politik tertentu

(g)  Memiliki status sebagai mahasiswa selama 1 tahun penuh periode jabatannya

(h)  Bersedia untuk berada di Taiwan selama masa jabatannya

(i)    Dicalonkan oleh PPI perguruan tinggi asal dan dibuktikan dengan adanya surat pencalonan ketua umum PPI Taiwan.

(j)    Didukung oleh anggota Bamus dari perguruan tinggi asalnya dan 3 (tiga) orang anggota Bamus dari perguruan tinggi yang berbeda-beda, serta dibuktikan dengan adanya surat dukungan.

(k)  Hadir secara fisik pada Sidang Istimewa PPI Taiwan.

(2)  Selambat-selambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak ditetapkan oleh Bamus di Sidang Istimewa PPI Taiwan, Ketua Umum menetapkan secara definitif susunan Pengurus PPI Taiwan untuk nantinya dilantik oleh Bamus sebagaimana dimaksud pada pasal 14 ayat (4) pada acara yang sama setelah pelantikan Bamus oleh Pelindung sebagaimana dimaksud pada pasal 13 ayat (6).

 

Pasal 18

PENGURUS

 

(1)  Jajaran Pengurus dipilih dan ditentukan oleh Ketua Umum dengan mempertimbangkan keterwakilan dan/atau keragaman anggota dari ketiga wilayah.

(2)  Pelantikan Pengurus oleh Bamus dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan Ketua Umum PPI Taiwan paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak Ketua Umum PPI Taiwan ditetapkan oleh Bamus seperti yang dimaksud pada pasal 14 ayat (4).

(3)  Badan Pengurus Harian, selanjutnya disebut BPH PPI Taiwan, minimal terdiri dari ketua umum, sekretaris umum, dan bendahara umum seperti dimaksud pada AD pasal 14 ayat (1), serta jabatan strategis lainnya yang ditentukan oleh Ketua Umum PPI Taiwan masa jabatan aktif.

(4)  BPH PPI Taiwan tidak diperkenankan untuk merangkap jabatan strategis pada organisasi Indonesia lainnya di Taiwan, kecuali jika diminta oleh organisasi lain yang bersifat sebagai perwakilan karena jabatannya sebagai BPH PPI Taiwan dengan persetujuan Pimpinan Bamus.

(5)  Pengurus PPI Wilayah, PPI Kota, dan PPI Perguruan Tinggi berhak mengajukan usulan mengenai program kerja PPI Taiwan pada masa jabatan aktif.

(6)  Pengurus sebagaimana dimaksud pada AD pasal 14 ayat (1) berkewajiban mewujudkan program-program kegiatan disertai dengan tolak ukur kinerja (TUK).

(7)  Pengurus mewakili ke dalam dan ke luar organisasi.

(8)  Mekanisme koordinasi antar pengurus PPI Wilayah, PPI Kota, maupun PPI Perguruan Tinggi dengan PPI Taiwan dapat dilakukan melalui rapat terbatas antar organisasi yang bersangkutan sehingga tidak terjadi persimpangan ide maupun program kerja.

(9)  Pengurus PPI Wilayah, PPI Kota, maupun PPI Perguruan Tinggi mengatur organisasinya sesuai kebutuhan masing-masing dan dalam setiap rencana pelaksanaan kegiatannya melakukan koordinasi dengan Pengurus PPI Taiwan.

 

Pasal 19

PRODUK HUKUM PENGURUS

 

Pengurus PPI Taiwan berhak untuk menyusun dan/atau merubah produk hukum sesuai situasi dan kondisi PPI Taiwan, di antaranya adalah:

(1)  Tata Tertib Pengurus PPI Taiwan, yang dapat dibuat sesuai dengan kondisi pengurus PPI Taiwan dalam masa jabatan aktif dan dapat diubah sesuai ketentuan di dalam Tata Tertib terkait, serta disetujui oleh Bamus.

(2)  Surat Keputusan Ketua Umum PPI Taiwan, yang dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan dan mempertimbangkan kondisi dan situasi PPI Taiwan.

(3)  Perjanjian Kerjasama dengan Banom dan/atau Pihak Ketiga, yang dibuat sesuai dengan kebutuhan dan dapat diubah sesuai dengan aturan perubahan di dalamnya.

(4)  Aturan lainnya selama tidak bertentangan dengan produk hukum PPI Taiwan sebagaimana tertera pada AD pasal 10.

 

Pasal 20

TUGAS PENGURUS

 

(1)  Menjalankan program kerja yang telah disetujui oleh Bamus sebagaimana dimaksud pada pasal 14 ayat (6)

(2)  Mencapai tujuan PPI Taiwan sebagaimana dimaksud pada AD pasal 9.

(3)  Mencapai visi dan misi Kepengurusan PPI Taiwan masa jabatan aktif.

(4)  Melakukan pengawasan terhadap kinerja Banom sebagaimana dimaksud pada AD pasal 16 ayat (3).

 

BAB VIII

BADAN OTONOM

 

Pasal 21

STATUS BADAN OTONOM

 

(1)  Banom merupakan organisasi di bawah PPI Taiwan dengan struktur organisasi yang terpisah seperti yang dimaksud pada AD pasal 16 ayat (1).

(2)  Terdapat tiga jenis Banom PPI Taiwan berdasarkan latar belakang pendiriannya seperti yang dimaksud pada AD pasal 16 ayat (2), yaitu:

(a)  Banom yang merupakan inisiatif PPI Taiwan yang dibuktikan oleh adanya Surat Keputusan Pendirian Banom oleh Ketua Umum PPI Taiwan.

(b)  Banom yang merupakan inisiatif PPI Taiwan dan merupakan lembaga yang diakui oleh negara serta dibuktikan oleh adanya Surat Keputusan Pendirian Banom oleh Ketua Umum PPI Taiwan dan Nomor Induk Lembaga yang telah disahkan oleh negara.

(c)  Banom yang memiliki keterlibatan dengan Pihak Ketiga dalam pendiriannya, dibuktikan oleh adanya Nota Kesepahaman dan/atau Perjanjian kerjasama.

(3)  PPI Taiwan berhak mengatur kegiatan organisasi, administratif, dan keuangan Banom seperti yang dimaksud pada ayat (2) huruf (a) dimana segala aturan yang berkaitan diatur di dalam peraturan yang terpisah selama tidak bertentangan dengan AD dan ART.

(4)  PPI Taiwan berhak untuk melakukan pengawasan terhadap Banom yang merupakan lembaga yang diakui oleh negara seperti yang dimaksud pada ayat (2) huruf (b) dimana fungsi, hak, kewajiban, wewenang, kegiatan administratif, keuangan, dan aturan lainnya diatur di dalam Regulasi Banom yang disetujui oleh PPI Taiwan dan Banom terkait serta diketahui oleh Pelindung.

(5)  Banom yang melibatkan pihak ketiga dalam pendiriannya seperti yang dimaksud pada ayat (2) huruf (c), memiliki hak untuk melakukan kegiatan organisasi, administratif, dan keuangan dengan pengawasan dari PPI Taiwan sesuai dengan Nota Kesepahaman dan/atau Perjanjian Kerjasama antara Banom, PPI Taiwan, Pihak Ketiga, dan/atau Pelindung.

 

Pasal 22

KEANGGOTAAN BADAN OTONOM

 

(1)  Ketua Banom dapat menjabat dalam 1 (satu) tahun masa jabatan dan hanya dapat dipilih kembali untuk 1 (satu) tahun berikutnya sebagaimana dimaksud pada AD Pasal 16 ayat (5).

(2)  Ketua Banom hanya dapat menjabat maksimal dua tahun kepengurusan.

(3)  PPI Taiwan berhak melakukan pengangkatan dan pemberhentian pengurus Banom jika:

(a)  dalam pendiriannya merupakan inisiatif dari PPI Taiwan sebagaimana dimaksud pada pasal 21 ayat (2) huruf (a), yang dibuktikan dengan adanya Surat Keputusan Ketua Umum PPI Taiwan.

(b)  dalam Perjanjian Kerjasama yang dibuat bersama dengan Banom yang merupakan lembaga yang diakui negara sebagaimana dimaksud pada pasal 21 ayat (2) huruf (b) tidak diatur mengenai pengangkatan dan pemberhentian pengurus Banom terkait; atau

(c)  dalam Nota Kesepahaman dan/atau Perjanjian Kerjasama yang dibuat bersama Banom yang melibatkan Pihak Ketiga dalam pendiriannya sebagaimana dimaksud pada pasal 21 ayat (2) huruf (c) tidak diatur mengenai pengangkatan dan pemberhentian pengurus Banom.

(4)  PPI Taiwan berhak mengusulkan nama Ketua dan/atau pengurus Banom kepada Banom terkait sebelum dilakukan pengangkatan pengurus Banom.

(5)  Dalam kaitannya dengan pengangkatan Ketua dan/atau Pengurus Banom, Banom berkewajiban untuk melakukan rapat internal untuk membahas kandidat Ketua dan/atau Pengurus Banom terkait, dimana:

(a)  Banom yang dimaksud pada pasal 21 ayat (2) huruf (a) mengusulkan nama Ketua dan/atau Pengurus Banom kepada Ketua Umum PPI Taiwan untuk diberikan Surat Keputusan Pengangkatan dan dilantik.

(b)  Banom yang dimaksud pada pasal 21 ayat (2) huruf (b) memberikan nama Ketua dan/atau Pengurus Banom yang terpilih kepada Ketua Umum PPI Taiwan untuk diberikan Surat Keputusan Pengangkatan dan dilantik.

(c)  Banom yang dimaksud pada pasal 21 ayat (2) huruf (c) memberikan nama Ketua dan/atau Pengurus Banom yang terpilih kepada Ketua Umum PPI Taiwan untuk diberikan Surat Rekomendasi Pengangkatan yang nantinya diberikan kepada Pelindung untuk diberikan Surat Keputusan Pengangkatan dan dilantik.

 

Pasal 23

WEWENANG PPI TAIWAN

 

(1)  Wewenang PPI Taiwan terhadap Banom dimaksud pada pasal 21 ayat (2) huruf (a) antara lain:

(a)  Mengangkat dan memberhentikan pengurus Banom, dengan memperhatikan pertimbangan dan saran dari pengurus Banom terkait yang dibuktikan dengan adanya Dokumentasi Tertulis tentang Rapat Internal Pengurus Banom terkait;

(b)  Memberikan rekomendasi program kerja;

(c)  Mengatur kegiatan organisasi, administratif, dan keuangan Banom seperti yang dimaksud pada pasal 21 ayat (3)

(d)  Melakukan pengawasan program kerja; dan

(e)  Mendapatkan LPJ Tahunan Kepengurusan Banom.

(2)  Wewenang PPI Taiwan terhadap Banom yang yang dimaksud pada pasal 21 ayat (2) huruf (b) antara lain:

(a)  Dengan mempertimbangkan pasal 22 ayat (3) huruf (b), mengangkat dan memberhentikan pengurus Banom, dengan memperhatikan pertimbangan dan saran dari pengurus Banom terkait yang dibuktikan dengan adanya Dokumentasi Tertulis tentang Rapat Internal Pengurus Banom terkait;

(b)  melakukan pengawasan kinerja Banom;

(c)  memberikan rekomendasi kepada Banom mengenai kepengurusan dan kinerja Banom;

(d)  mengetahui seluruh program kerja Banom; dan

(e)  mendapatkan LPJ Tahunan Kepengurusan Banom.

(3)  Wewenang PPI Taiwan terhadap Banom yang dimaksud pada pasal 21 ayat (2) huruf (c), antara lain:

(a)  Melakukan pengawasan dan memberikan rekomendasi kepada Banom tanpa melanggar Nota Kesepahaman dan/atau Perjanjian Kerjasama;

(b)  mengetahui seluruh program kerja Banom; dan

(c)  mendapatkan LPJ Tahunan Kepengurusan Banom.

(4)  Wewenang lain yang tidak diatur di dalam AD dan ART diatur di dalam Regulasi Banom dan/atau Perjanjian Kerjasama dengan Banom terkait.

 

Pasal 24

PENGAWASAN KEUANGAN BANOM

 

(1)  PPI Taiwan berhak untuk melakukan pengawasan dan mendapatkan laporan keuangan yang transparan dan akuntabel dari Banom.

(2)  Banom diwajibkan untuk memberikan kontribusi keuangan ke PPI Taiwan dengan nominal yang disesuaikan dengan kesepakatan antara Banom dan PPI Taiwan dan dituliskan di dalam regulasi Banom dan/atau Perjanjian Kerjasama.

(3)  Jika Banom mengalami defisit keuangan, Banom berhak untuk mengajukan permohonan bantuan pendanaan dari PPI Taiwan, dengan melampirkan bukti yang transparan dan akuntabel.

 

Pasal 25

PERTANGGUNGJAWABAN BADAN OTONOM

 

(1)  Banom berkewajiban untuk menyampaikan LPJ Tahunan Kepengurusan kepada PPI Taiwan pada setiap akhir periode kepengurusan PPI Taiwan dan akhir periode kepengurusan Banom terkait, seperti yang dimaksud pada AD pasal 16 ayat (7).

(2)  Banom menyampaikan LPJ kepada pihak ketiga yang terlibat dalam pendirian Banom sesuai dengan Nota Kesepahaman dan/atau Perjanjian Kerjasama.

 

Pasal 26

MORATORIUM BANOM

 

(1)  Moratorium adalah penangguhan atau penundaan sebagian atau seluruh pengurus dan/atau program kerja hingga permasalahan yang terjadi di dalamnya dapat diselesaikan.

(2)  Ketua Umum PPI Taiwan dapat melakukan moratorium Banom jika terjadi salah satu dari hal-hal berikut:

(a)  Banom memiliki masalah yang tidak dapat diselesaikan secara musyawarah, mufakat, dan kekeluargaan.

(b)  Pengurus Banom melakukan kegiatan atau tindakan yang tidak sesuai dengan Surat Keputusan, Regulasi Banom, Nota Kesepahaman, dan/atau Perjanjian Kerjasama dan/atau merugikan khalayak umum.

(c)  Banom mencemarkan nama baik PPI Taiwan.

(d)  Banom dan PPI Taiwan teindikasi bermasalah secara hukum.

(3)  Sebelum melakukan moratorium, Pengurus PPI Taiwan diwajibkan untuk:

(a)  Memiliki bukti yang dapat dipercaya, akuntabel, dan transparan tentang masalah yang terjadi di dalam Banom.

(b)  Memberikan informasi dan/atau meminta saran dari Bamus terkait masalah yang terjadi di Banom.

(c)  Melakukan konsultasi dengan Bamus dan/atau Pelindung terkait masalah yang terjadi di Banom.

(4)  Jika Banom yang memiliki perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga dalam proses pendiriannya melakukan wanprestasi terhadap Nota Kesepahaman dan/atau Perjanjian Kerjasama, maka penyelesaian permasalahan harus dilakukan sesuai kesepakatan penyelesaian masalah yang tertera di dalam Nota Kesepahaman dan/atau Perjanjian Kerjasama.

(5)  Jika tidak terdapat kesepakatan penyelesaian masalah di Nota Kesepahaman dan/atau Perjanjian Kerjasama seperti yang dimaksud pada ayat (4), maka penyelesaian masalah dapat dilaksanakan secara musyawarah dan mufakat. Jika musyawarah dan mufakat tidak menghasilkan solusi, maka penyelesaian secara hukum dapat dilakukan.

(6)  Ketua Umum PPI Taiwan berkewajiban untuk menunjuk seseorang di dalam kepengurusan PPI Taiwan aktif sebagai pengambil alih sementara untuk Banom yang dimoratorium.

 

BAB IX

PERJANJIAN KERJASAMA

 

Pasal 27

ISI PERJANJIAN KERJASAMA

 

(1)  Isi perjanjian kerjasama meliputi konsesi-konsesi berupa:

(a)  Kesepakatan jangka waktu

(b)  Kesepakatan mengenai hak dan kewajiban Para Pihak yang terlibat

(c)  Kesepakatan tentang bagi hasil dan teknis pembayaran, apabila pekerjaan dalam perjanjian kerjasama tersebut menghasilkan laba

(d)  Kesepakatan mengenai pekerjaan tambah kurang (Addendum)

(e)  Kesepakatan mengenai penyelesaian perselisihan yang mungkin terjadi di kemudian hari

(f)   Kesepakatan mengenai proses pengunduran diri dari perjanjian kerjasama

(g)  Kerangka acuan dalam melaksanakan kerjasama (Term of Reference)

(h)  Kualifikasi Pihak Ketiga

(2)  Isi perjanjian kerjasama harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan hukum, serta tidak melanggar AD, ART, Kode Etik, Tata Tertib, dan hierarki hukum PPI Taiwan seperti yang tercantum pada AD pasal 10.

(3)  Seluruh Pihak yang melakukan perjanjian kerjasama diwajibkan membubuhkan tanda tangan di atas materai.

 

Pasal 28

SYARAT PEMILIHAN PIHAK KETIGA

 

(1)  Pihak Ketiga adalah Pihak manapun tidak terbatas pada individu, entitas, pemerintah Indonesia, ataupun swasta seperti yang dimaksud pada pasal 8 ayat (2).

(2)  Pihak Ketiga adalah Pihak yang dianggap mampu dan memiliki kompetensi dengan membuktikan adanya surat keterangan atau sertifikasi dari lembaga terkait secara resmi.

(3)  Pihak Ketiga memiliki riwayat yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan, dibuktikan dengan adanya dokumen-dokumen penjelas dari negara dan/atau institusi terkait.

(4)  Pengurus PPI Taiwan berkewajiban untuk memberikan informasi tentang perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga ke Bamus sebelum Nota Kesepahaman dan/atau Perjanjian Kerjasama ditandatangani.

(5)  PPI Taiwan dapat memberikan informasi tentang Pihak Ketiga ke Pelindung, dengan harapan dapat memberikan saran terkait kejelasan institusi Pihak Ketiga.

BAB X

SIDANG DAN RAPAT

 

Pasal 29

SIDANG ISTIMEWA

 

(1)  Sidang Istimewa adalah sidang tertinggi kekuasaan legislatif yang diselenggarakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setahun pada setiap bulan Maret oleh Bamus dalam rangka:

(a)  Mendengarkan penyampaian LPJ tahunan kepengurusan PPI Taiwan;

(b)  menerima atau menolak LPJ tahunan kepengurusan PPI Taiwan;

(c)  menetapkan anggota Bamus untuk periode selanjutnya berdasarkan usul dan pendapat para Anggota Biasa dari masing-masing perguruan tinggi sebagaimana dimaksud pada AD pasal 13 ayat (2); dan

(d)  memilih dan menetapkan Ketua Umum PPI Taiwan.

(2)  Persiapan Sidang Istimewa minimal dilakukan 1 (satu) bulan sebelum pelaksanaan.

(3)  Sidang Istimewa dapat dilaksanakan bila dihadiri sekurang-kurangnya oleh 2/3 dari jumlah keseluruhan Anggota Bamus.

(4)  Keabsahan sebuah Sidang Istimewa diatur di dalam Tata Tertib Sidang Istimewa.

(5)  Sidang Istimewa jika dipandang perlu dapat diadakan sewaktu-waktu atas usulan tertulis minimum 1/2 ditambah 1 (setengah ditambah satu) dari jumlah keseluruhan Anggota Bamus.

(6)  Pelaksanaan Sidang Istimewa adalah tidak sah jika dilakukan dengan media online.

(7)  Sidang Istimewa dipimpin oleh tiga orang Pimpinan Sidang Sementara yang merupakan Pimpinan Bamus masa jabatan yang akan berakhir dan diberikan kepada PImpinan Sidang Tetap yang merupakan Pimpinan Bamus masa jabatan baru.

(8)  Aturan lain yang mengatur tentang tata tertib Sidang Istimewa diatur di dalam peraturan yang terpisah selama tidak melanggar AD ART dan produk hukum PPI Taiwan lainnya seperti yang dimaksud di AD pasal 10.

 

Pasal 30

SIDANG TERBATAS

 

(1)  Sidang Terbatas adalah sidang yang diselenggarakan oleh para Anggota Bamus untuk membahas program kerja Bamus dan diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan.

(2)   Sidang Terbatas minimal dilaksanakan dua kali pada masa jabatan Bamus aktif.

 

Pasal 31

RAPAT PARIPURNA

 

(1)  Rapat Paripurna adalah rapat yang diselenggarakan gabungan antara Pengurus dan Bamus untuk membahas dan memutuskan program-program kegiatan yang akan dilaksanakan dalam periode yang sedang berjalan.

(2)  Rapat Paripurna adalah sah bila dihadiri sekurang-kurangnya oleh masing-masing setengah ditambah satu dari jumlah keseluruhan Anggota Bamus dan Pengurus.

(3)  Rapat Paripurna, jika dipandang perlu, dapat diadakan sewaktu-waktu untuk membahas hal-hal yang dianggap penting atas usul pihak-pihak Pengurus dan/atau Bamus.

 

Pasal 32

RAPAT PENGURUS

 

(1)  Rapat Pengurus adalah pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan oleh Pengurus dalam rangka pelaksanaan program kegiatan, evaluasi program kegiatan, dan keperluan organisasi lainnya.

(2)  Rapat Pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam setahun atau lebih sesuai kebutuhan.

 

BAB XI

KEUANGAN DAN KEKAYAAN

 

Pasal 33

KEUANGAN DAN PERBENDAHARAAN

 

(1)  Sumber keuangan PPI Taiwan adalah berasal dari sumber yang tertera pada AD pasal 20.

(2)  Sumber keuangan yang berasal dari iuran anggota serta sumber keuangan dan perbendaharaan lainnya diatur berdasarkan ketetapan dari masing-masing PPI Wilayah, PPI Kota, atau PPI Perguruan Tinggi.

(3)  Sumber keuangan dan perbendaharaan yang ditujukan untuk atau berasal dari kegiatan PPI Taiwan diatur berdasarkan ketetapan Pengurus PPI Taiwan.

(4)  Pengelolaan keuangan dan perbendaharaan adalah secara transparan dan akuntabel seperti yang dimaksud pada AD pasal 21 ayat (1).

(5)  Pengertian transparan adalah memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada publik berdasarkan pertimbangan bahwa publik memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggung-jawaban pengelolaan keuangan.

(6)  Pengertian akuntabel adalah mempertanggung-jawabkan pengelolaan keuangan dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan secara periodik.

(7)  Pengurus PPI Taiwan tidak diperkenankan untuk menggabungkan dana PPI Taiwan dengan Banom.

(8)  Pengurus PPI Taiwan yang mengikuti kegiatan di luar organisasi dengan membawa nama PPI Taiwan, serta diberikan honor atau gaji oleh pihak lain yang bekerjasama dengan PPI Taiwan, wajib memberikan seluruh honor yang diterima kepada PPI Taiwan, setelah dikurangi kebutuhan transportasi dan konsumsi dengan bukti pengeluaran yang akuntabel dan transparan, untuk kepentingan organisasi.

 

Pasal 34

PENGGUNAAN DANA

 

(1)  Dana kas PPI Taiwan hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelaksanaan program kerja PPI Taiwan yang telah disusun dan disetujui oleh Bamus.

(2)  Jika pengurus PPI Taiwan memiliki program kerja tambahan di tengah periode kepengurusan, maka pengurus berkewajiban untuk melaporkan dan meminta persetujuan kegiatan dari Bamus.

(3)  Jika terdapat pembubaran PPI Taiwan, keuangan PPI Taiwan diberikan kepada lembaga-lembaga sosial Indonesia seperti yang dimaksud pada AD pasal 23 ayat (2) dengan sepengetahuan Bamus dan Pelindung.

 

Pasal 35

INVENTARISASI

 

(1)  Kekayaan PPI Taiwan juga termasuk di dalamnya adalah barang, data, website, software, dan inventaris lain yang bersifat fisik maupun non-fisik.

(2)  Dalam kaitannya dengan pergantian kepengurusan, diwajibkan adanya serah terima inventaris dan perubahan username dan password bagi inventaris yang bersifat online dan/atau data,

(3)  Jika terdapat pembubaran PPI Taiwan, inventaris PPI Taiwan berupa data, website, software, dan media online lainnya wajib untuk dimusnahkan. Sedangkan inventaris fisik lainnya dapat diberikan kepada lembaga-lembaga sosial Indonesia seperti yang dimaksud pada AD pasal 23 ayat (2) dengan sepengetahuan Bamus dan Pelindung.

 

Pasal 36

PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN

 

Pelaporan keuangan dan kekayaan PPI Taiwan dilakukan oleh pengurus di dalam LPJ tahunan Kepengurusan PPI Taiwan pada Sidang Istimewa seperti yang dimaksudkan pada AD pasal 21 ayat (3).

 

BAB XII

PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

 

Pasal 37

PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

 

(1)  Perubahan ART dilakukan oleh Bamus pada Sidang Terbatas.

(2)  Perubahan ART dimungkinkan atas dasar usul tertulis yang diajukan oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Anggota Bamus dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 15 (lima belas) hari sebelum berakhirnya periode jabatan Bamus.

(3)  Keputusan untuk merubah ART diambil secara musyawarah dan mufakat, apabila musyawarah dan mufakat tidak tercapai maka putusan diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Anggota Bamus yang hadir.

 

 Pasal 38

ATURAN PERALIHAN PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

 

(1)  Perubahan ART PPI Taiwan diberlakukan sejak tanggal ditetapkan dan disahkannya.

(2)  Selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak Bamus melakukan penetapan perubahan ART PPI Taiwan, seluruh entitas di dalam PPI Taiwan berkewajiban untuk melaksanakan aturan di dalam ART.

(3)  Selambat-lambatnya dalam waktu 2 (dua) bulan sejak Bamus melakukan penetapan perubahan ART PPI Taiwan, seluruh entitas di dalam PPI Taiwan berkewajiban untuk melengkapi hierarki hukum di dalam ART.

 

BAB XIII

PENUTUP

 

Pasal 39

PENUTUP

 

(1)  Hal ikhwal lain yang belum diatur di dalam ART akan diatur dalam peraturan tersendiri oleh Bamus dan/atau Pengurus selama tidak bertentangan dengan AD dan ART.

(2)  ART PPI Taiwan pertama kali disahkan oleh Bamus Adhoc.

(3)  Amandemen ART PPI Taiwan ini merupakan amandemen yang ke – 1 (satu) dan ditetapkan di Chung Yuan Christian University, Zhongli District, Taoyuan City, Taiwan ROC pada tanggal 9 Oktober 2016.

 

 

Ditetapkan dan disahkan di Zhongli District, Taoyuan City, Taiwan ROC

Pada hari Minggu, 9 Oktober 2016

Pukul 15.31 Waktu Taiwan

 

 

Share
Share