The 1st Taiwan-Indonesia Higher Education Summit diselenggarakan di National Taiwan University of Science and Technology (Taiwan Tech), Taipei, Republic of China pada 16-17 April 2012. Forum ini adalah tidaklanjut dari penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) dalam bidang kerjasama pendidikan antara Taiwan dan Indonesia yang disahkan pada bulan Mei 2011 di Bali. Forum ini dihadirin (dihadiri) oleh political deputy minister, minister of education of Taiwan (Dr. Tsong-Ming Lin), Dirjen DIKTI (Prof. Dr. Ir.Djoko Santoso), Presiden Taiwan Tech (Prof. Shi-Shuenn Chen), perwakilan dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, rektor dan wakil rektor berbagai universitas di Indonesia, perwakilan dari berbagai universitas di Taiwan, perwakilan dari pengurus PPI Taiwan (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan) 2011-2012 dan beberapa pelajar Indonesia Taiwan Tech.
Dalam sambutannya Dr.Lin mengatakan bahwa perjanjian dan persetujuan kerjasama di bidang pendidikan merupakan sarana pertukaran ilmu pengetahuan untuk membangun hubungan baik antara universitas di Indonesia dan Taiwan.
Dr. Djoko Santoso juga mengatakan bahwa hubungan bilateral antara Taiwan-Indonesia sangat baik walaupun tidak memiliki hubungan diplomatik. Kerjasama pendidikan ini dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidikan antara (antar) kedua negara. Kualitas pendidikan di Taiwan yang ditawarkan menjadi daya tarik mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi.
Menurut Presiden Taiwan Tech, Dr. Chen, pelajar Indonesia yang menempuh studi di Taiwan sebagai pelajar yang sangat gigih dalam belajar dan dapat membangun hubungan yang baik dengan mahasiswa lokal dan internasiona llainnya. Jumlah pelajar Indonesia di Taiwan adalah yang terbesar ketiga dari jumlah pelajar asing di Taiwan.
Berdasarkan data keimigrasian februari 2012 jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Taiwan mencapai 2700 mahasiswa yang menempuh studi S1, S2 dan S3 dan selalu meningkat tiap tahun (tahunnya). The 2nd Taiwan-Indonesia Higher Education Summit akan diselenggarakan pada 16-18 Mei 2013 di Bali, Indonesia. Materi hari pertama pada the 1st Taiwan-Indonesia Higher Education Summit adalah plenary sessions dalam beberapa topic international cooperation in higher and technological education (current cooperation between Taiwan and Indonesia, perspectives for higher and technological education cooperation between Taiwan and Indonesia, strategies to strengthen cooperation in higher and technological education), university-industry cooperation policies and experiences in Taiwan and Indonesia (key elements for developing and managing vocational and technological education, university-industry cooperation policies, infrastructure, and mechanism, experiences sharing of university-industry cooperation, how to enchance university-industry cooperation). Pada opening performance the 1st Taiwan-Indonesia higher education summit 2012 dimeriahkan oleh penampilan tarian papua oleh 4 orang pelajar Indonesia dari NTUST ISA (National Taiwan University of Science and Technology – Indonesia Student Association).
Materi hari kedua adalah building a Taiwan-Indonesia higher and technological education network (future trend of Taiwan & Indonesia’s higher education, experiences sharing of developing and managing universities in Taiwan, building an information exchange platform for higher and technological education in Taiwan and in Indonesia, Regular visitation and forums between Taiwan and Indonesia) dan kesimpulan dari forum.
Pada tanggal 17 april 2012 pukul 20.00 wkt taiwan diadakan diskusi antara pelajar Indonesia yang ada di Taiwan, ketua PPI Taiwan 2011-2012, Dirjen Dikti (Prof. Dr. Ir.Djoko Santoso), ketua majelis rektor,mantan kepala KDEI (Harmen Sembiring) dan direktur pendidikan tinggi. Ketua PPI Taiwan 2011-2012 memaparkan isu-isu seputar pendidikan di Taiwan antara lain mengenai:
- Univeritas terbuka Indonesia bekerjasama dengan PPI Taiwan sebagai badan pelaksananya hadir di Taiwan dalam rangka membantu masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi namun terkendala masalah waktu karena kesibukan kerjanya (terutama tenaga kerja Indonesia di Taiwan) saat ini jumlah mahasiswa UT Taiwan hampir mencapai 99 orang pada tahun 2011.
- Keinginan sebagian masyarakat Indonesia di Taiwan untuk belajar menamatkan sekolah SD,SMP dan SMA. Bapak kepala KDEI telah mengirimkan surat untuk menghadirkan program Kejar Paket di Taiwan untuk menjawab masalah tersebut.
- Berdasarkan rencana pendidikan tinggi Indonesia maka Taiwan menjadi tempat yang akan menjadi prioritas kerjasama pendidikan tinggi di masa yang akan datang.
Atas latar belakang tersebut PPI Taiwan menilai penting memberikan beberapa masukan
kepada bapak demi keberhasilan program pendidikan nasional di masa yang akan datang adalah sebagai berikut.
- Pentingnya ada bidang Pendidikan di Kantor Dagang Ekonomi di Taipei untuk memudahkan pelaksanaan kerjasama Pendidikan Taiwan dan Indonesia. Saat ini yang membantu masalah pendidikan adalah bidang perindustrian.
- Beasiswa kampus di Taiwan relatif kecil sehingga bila kerjasama universitas Taiwan-Indonesia dilaksanakan hal ini penting menjadi perhatian pemerintah Republik Indonesia.
- Tiap kampus di Taiwan memiliki perbedaan sistem dan syarat mahasiswa dalam menyelesaikan studi terutama jenjang S2 dan S3. Maka penting bagi kerjasama ini untuk memperhatikan hal tersebut agar kerjasama pendidikan tinggi berjalan efektif dan efisien.
- Dalam hal menghadirkan kejar Paket A,B dan C maka kami mohon dukungan dari bapak sebagai salah satu direktorat jenderal di kementrian pendidikan nasional Republik Indonesia.
- Dalam memberikan informasi kepada calon mahasiswa kami dari PPI Taiwan memiliki facebook grupInformasi Universitas di Indonesia. Hal ini sangat berguna bagi calon mahasiswa Indonesia yang akan memilih kampus di Taiwan untuk berdiskusi langsung dengan mahasiswa yang sedang studi di Universitas di Taiwan. dengan harapan Informasi yang tersampaikan akan jelas dan benar.
- Perhimpunan Pelajar Indonesia Taiwan siap bekerja membantu kegiatan departemen pendidikan nasional untuk keberhasilan program pendidikan di Taiwan yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang.


