Anggoro Primadianto -  Indonesian Booster 2

Indonesian Booster II

Mahasiswa Indonesia yang Mendapat Penghargaan dari Presiden Taiwan *For English, please scroll down Mendapatkan sebuat penghargaan dari presiden, tentu bukan merupakan hal yang biasa. Hal ini dapat menjadi pertanda seseorang telah melakukan More »

Indonesian Booster - Yudha

Indonesian Booster

Segudang Prestasi Dokter Muda Bagi mahasiswa pada umumnya, dapat menyelesaikan jenjang pendidikannya di satu kampus adalah sebuah kebahagiaan yang luar biasa. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Yudha Nur Patria, seorang dokter More »

ippho6 edit

Bincang Indonesia

  Bincang Indonesia bersama Ippho Santosa PPI Taiwan menyelenggarakan acara “Bincang Indonesia” bersama Pakar Otak Kanan, Penulis Mega-Best Seller Ippho Santosa  di Taipei Medical University pada : Sabtu, 23 Mei 2015 dengan More »

post

Lomba Essai PPI Taiwan 2015

Latar belakang Berbekal semangat ingin berbagi ilmu dan menyebarkan inspirasi untuk membangun Indonesia, kami dari PPI Taiwan mempunyai gagasan untuk mengadakan lomba menulis esai bertajuk “Belajar dari Taiwan: Analisa Manajemen Tata Kota More »

goes to school

PPI Taiwan Goes to School

  Ayo ikut berbagi Informasi kepada rekan-rekan di Indonesia Kualitas pendidikan di Taiwan adalah salah satu yang terbaik di Kawasan Asia Pasifik. Karenanya, Taiwan kini menjadi pilihan favorit pelajar dari Negara-negara di More »

Indonesian Booster II

Anggoro Primadianto -  Indonesian Booster 2

Mahasiswa Indonesia yang Mendapat Penghargaan dari Presiden Taiwan

*For English, please scroll down

Mendapatkan sebuat penghargaan dari presiden, tentu bukan merupakan hal yang biasa. Hal ini dapat menjadi pertanda seseorang telah melakukan hal yang sangat istimewa. Lalu, bagaimana jika mendapatkan penghargaan dari presiden negara lain? Tentu hal ini lebih istimewa lagi.

Penghargaan sangat istimewa ini didapat oleh Anggoro Primadianto, mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh program Strata dua jurusan Power System Engineering di National Sun Yat-Sen University. Tak tanggung-tanggung, penghargaan sebagai Outstanding Student disematkan oleh Presiden Ma Ying-jeou tanggal 8 Mei 2015 lalu. Anggoro mewakili Indonesia bersama dengan mahasiswa berprestasi lainnya dari berbagai negara dalam acara Taiwan Scholarship Award 2015 yang bertempat di Shih-Hsin University, Taipei.

Pencapaiannya juga tak berhenti di situ, alumnus Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada yang lulus tahun 2009 tersebut baru baru ini mempresentasikan artikelnya yang berjudul Requirements of State Estimation in Smart Distribution Grid di 23rd International Conference on Electricity Distribution (CIRED) di Paris, Perancis. Sebuah kota yang menjadi impiannya sejak kecil.

Prestasi yang diperoleh oleh pemuda kelahiran Tasikmalaya 28 tahun yang lalu ini, tidak lepas dari halangan dan rintangan yang pernah dilaluinya. Kesulitan terbesar yang pernah dirasakannya adalah saat harus beradaptasi dengan budaya dan bahasa yang berbeda di lingkungan yang baru setelah beberapa kali berpindah kota tempat tinggal, mulai dari Bandung, Yogyakarta, Jakarta, dan Kaohsiung. Namun, hal tersebut kini justru dirasa memberikan nilai positif karena tantangan-tantangan yang ditemuinya di tempat baru justru memperluas network dan memperkaya wawasan dan value yang dimilikinya.

Besar dan tumbuh di dua kota yang cukup mempengaruhi hidupnya, yaitu Bandung dan Yogyakarta, pegawai PT PLN (Persero) Indonesia yang pernah menduduki jabatan sebagai Distribution System Planning Supervisor dan Contruction Supervisor ini ingin terus mencetak prestasi agar menjadi representative yang baik bagi orang tua, keluarga, dan lingkungan tempatnya berasal serta rasa keingintahuannya yang besar untuk melihat sejauh mana dia dapat mengembangkan dan mengasah kemampuan diri untuk menjadi lebih baik.

Bagi Anggoro, ibu dan kakek merupakan orang penting dalam hidupnya. Menurut pemuda pengagum Tesla, Soekarno, Hamka, Pramoedya Ananta Toer, B.J. Habibie, dan Ridwan Kamil ini ibulah yang menunjukkan kepadanya bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam pembentukan karakter, dan bahwa kerja keraslah yang dapat membawa kita pada kesuksesan. Sedang kakek merupakan teladan yang baik untuk menjadi pemimpin yang bijak dan mencintai keluarga.

Mahasiswa semester akhir yang masih dalam proses menyelesaikan thesis dan paper-nya ini bercita-cita untuk mendirikan sekolah di daerah terpencil dimana para-siswa dapat memperoleh pendidikan yang murah dan berkualitas. Anggoro yang berencana akan kembali bekerja di PT PLN setelah lulus ini berpesan pada rekan muda Indonesia lainnya untuk terus bekerja keras dan berbakti kepada orang tua agar dapat menghadapi segala tantangan yang ada.

Bagi penerima beasiswa dari Taiwan Ministry of Education (MOE) ini, Taiwan merupakan tempat yang nyaman sebagai tempat belajar. Karena selain kualitas pendidikan yang baik dan banyaknya tawaran beasiswa untuk mahasiswa asing, Taiwan juga memiliki penduduk yang ramah dan jujur.

Sebagai tips Anggoro menceritakan bahwa beasiswa dari pemerintah Taiwan dibuka setiap tahun pada bulan Januari-Maret. Persyaratan lengkap mengenai beasiswa tersebut dapat diakses di website resmi perwakilan Taiwan di Indonesia (Taipei Economic and Trade Office Center/ TETO), yaitu www.roc-taiwan.org/ID.

Putra pertama dari tiga bersaudara pasangan Mashudi dan Atty Tri Juniarti ini menyarankan untuk mempersiapkan semua dokumen yang diperlukan beberapa bulan sebelum deadline beasiswa tersebut bagi rekan-rekan yang berminat untuk memperoleh beasiswa dan melanjutkan pendidikan di Taiwan.

Sebagai penyuka traveling, Anggoro mempunyai keingingan untuk dapat mengunjungi berbagai kota besar di dunia mulai dari London, Mekkah, Istanbul, Beijing, Moskow, Osaka, hingga Wina. Menurut pemuda asal Bandung yang memiliki karakter kreatif dan percaya diri ini, travelling is investing karena kita dapat melihat keragaman budaya dan manusia lebih banyak lagi. Anggoro meyakini bahwa luasnya wawasan dapat membentuk karakter manusia yang lebih kaya akan value, tidak terjebak dalam stereotype dan prasangka buruk.

Tertarik untuk mengikuti jejak Anggoro?

 

Penulis: Fasty Arum Utami (TMU)

Editor: Mufid Salim (NTUST)

 

 

Indonesian students Received award from the President of Taiwan

Getting an award from the president, is certainly not an ordinary thing. This can be a sign someone has done something very special. Then, what if you get an award from the president of another country? Of course it is even more special.

A very special award was obtained by Anggoro Primadianto, Indonesian students who are taking Master program majoring in Power System Engineering at National Sun Yat-Sen University. Unsparing, the award for Outstanding Student pinned by President Ma Ying-jeou on May 8, 2015. Anggoro represented Indonesia with other outstanding students from various countries in the event of Taiwan Scholarship Award 2015 held at the Shih-Hsin University, Taipei.

His accomplishment also did not stop there, alumnus of the Faculty of Engineering, Gadjah Mada University who graduated on 2009 recently presented the article titled Requirements of State Estimation in Smart Distribution Grid at the 23rd International Conference on Electricity Distribution (CIRED) in Paris, France. A city that became his dream since childhood.

Achievements obtained by a youth who was born in Tasikmalaya, 28 years ago, is not free from obstacles and barriers that have ever gone through. The biggest difficulty he has felt was when he had to adapt to different cultures and languages in a new environment after moving several times to some cities for residence, ranging from Bandung, Yogyakarta, Jakarta, and Kaohsiung. However, it is now actually considered as a positive value for Anggoro, the challenges encountered in the new place actually expanding network and enrich his knowledge and live value.

The two cities where Anggoro grew up, Bandung and Yogyakarta, influenced his life significantly. This employee of PT PLN (Persero), Indonesia, which once served as Distribution System Planning and Contruction Supervisor, wants to continue to score another achievements in order to be a good representative for his parents, family, and the society where he originated, and as well as a great curiosity to see how far he can develop and hone his self to be better.

For Anggoro, his mother and grand father are two important people in his life. According to an admirer of Tesla, Sukarno, Hamka, Pramoedya Ananta Toer, BJ Habibie, and Ridwan Kamil, mother is the one who shows him that education is very important in the formation of character and teaches him about working hard can leads to success. In addition, his grandfather being a good example to be a wise leader and a loving family.

This Indonesian student who is still in the process of completing his thesis and this paper, dreaming to establish schools in remote areas where education-students can obtain quality and affordable. Anggoro who plans to return to work at PT PLN after graduating says to the other Indonesian young colleagues to continue to work hard and be filial to parents in order to face all life challenges.

For this recipient of the Taiwan Ministry of Education (MOE) scholarship, Taiwan is a comfortable place as a place of learning. Despite to good quality education and offers many scholarships to foreign students, Taiwan also has society that are friendly and honest.

Anggoro shares that the scholarship from the government of Taiwan is opened every year during January-March. Detailed requirements regarding the scholarship can be accessed on the official website of Taiwan representative in Indonesia (Taipei Economic and Trade Office Center / TETO), namely www.roc-taiwan.org/ID.

Anggoro suggests to prepare all documents required several months before the deadline for the scholarship for colleagues who are interested in obtaining scholarships and continuing education in Taiwan.

Anggoro who passionated in traveling has a desire to be able to visit various cities around the world from London, Mecca, Istanbul, Beijing, Moscow, Osaka, to Vienna. For this young man from Bandung. traveling is investing, because he can see the diversity of human cultures. Anggoro believes that wide insights can form a more personal character with rich in values, not stuck in stereotypes and prejudice.

Really impressive student, isn’t he? Let’s follow his steps.

 

Writer: Fasty Arum Utami (TMU)

Editor: Mufid Salim (NTUST)

Seminar Indonesia Bangkit

DSC06649_ DSC06662_ DSC06669_ DSC06671_ DSC06685_

Bapak Arief Fadillah, kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, menyampaikan pemaparan tentang paradigma baru untuk peningkatan kualitas dan pemberdayaan Buruh Migran Indonesia di Taiwan dalam rangkaian acara “Indonesia Bangkit” di Taipei, Taiwan (5/7).

Acara yang digagas oleh Indonesia Diaspora Network Taiwan ini juga menghadirkan Bapak Zhang, aktivis kebudayaan Indonesia Overseas Chinese Association, Bapak Max Chandra, Konsuler Ketenagakerjaan Asing, Bapak Joy Simson, Pengusaha dan Pemilik Tabloid Indo Suara, dan Ibu Kartika Dewi, desainer batu permata.

Diskusi yang menyajikan cerita dan pengalaman mengenai alasan sebagian narasumber untuk berganti kewarganegaraan dan alasan tetap memilih berkewarganegaraan Indonesia ini disambut hangat oleh peserta yang terdiri dari ekspatriat, mahasiswa dan buruh migran asal Indonesia (Mufid).

Fotografer: Mufid Salim

Buka Puasa Bareng PPI Taiwan

11693043_10203554633101136_1084453978_n

 

 

PPI Taiwan mengundang seluruh mahasiswa Indonesia di Taiwan dalam acara “Buka Puasa Bareng PPI Taiwan” pada tanggal 28 Juni 2015 (mulai pukul 16:30) di KDEI Taipei. Agendanya meliputi silaturahmi dengan KDEI Taipei dan PPI Taiwan, diskusi tentang kondisi dan permasalahan pelajar Indonesia di Taiwan serta buka puasa bersama. Manfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi langsung dengan petinggi KDEI tentang permasalahan-permasalahan yang dialami mahasiswa Indonesia di Taiwan.

NB: Tidak diperlukan registrasi. Silahkan langsung datang ke KDEI Taipei pada hari H.

https://www.facebook.com/ppitaiwan.official

Indonesian Booster

Indonesian Booster - Yudha

Segudang Prestasi Dokter Muda

Bagi mahasiswa pada umumnya, dapat menyelesaikan jenjang pendidikannya di satu kampus adalah sebuah kebahagiaan yang luar biasa. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Yudha Nur Patria, seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Dokter yang lulus dengan indeks prestasi akademik (IPK) 3.82 ketika menjadi sarjana kedokteran dan 3.77 ketika memperoleh gelar dokter ini, membuktikan dirinya mampu melanjutkan pendidikannya di beberapa tempat dengan selisih waktu yang. Sebuah pencapaian yang jarang dimiliki anak muda seusianya.

Pada saat yang bersamaan, dokter yang pernah  bekerja di sebuah rumah sakit ibu dan anak di Magelang sejak tahun 2009 hingga 2011 ini tersebut memperoleh dua beasiswa bergengsi untuk melanjutkan pendidikan master di dua negara yang berbeda yaitu Taiwan dan Australia.

Di Taiwan, dr. Yudha memperoleh beasiswa dari Taipei Medical University (TMU), Taiwan, untuk belajar di Graduate Institute of Clinical Medicine selama dua tahun. Di Australia, pria yang lahir di Magelang, 27 tahun yang lalu ini juga berhasil memperoleh dua gelar sekaligus dalam kurun waktu satu tahun, yaitu Master of Medicine (Clinical Epidemiology) di Sydney Medical School, The University of Sydney dan Diploma in Child Health di International Postgraduate Paediatric Certificate, Paediatric Medicine, The Sydney Children’s Hospital Network pada tahun 2013.

Baru satu tahun menempuh pendidikan di TMU, dr. Yudha memperoleh pengumuman bahwa ia lolos seleksi beasiswa dari Australian Development Scholarship atau sekarang disebut sebagai Australian Award Scholarship. Akhirnya dia memutuskan cuti kuliah dari TMU selama satu tahun untuk menempuh pendidikan master di Australia.

Setelah menyelesaikan pendidikan Master di Australia, anak pertama dari dua bersaudara ini kembali melanjutkan pendidikan masternya di TMU dan menyelesaikan tepat waktu pada awal tahun 2015. Kini dr. Yudha bekerja di Clinical Epidemiology and Biostatistik Unit, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada.

Selama menjalani pendidikan dokter mudanya (co-ass) di Universitas Gadjah Mada, dokter yang hobi naik gunung ini juga pernah menulis sebuah buku berjudul “Terapi Oksigen Aplikasi Klinis,” bersama seorang kawannya.

Buku yang diterbitkan oleh sebuah penerbit buku kedokteran ternama di Indonesia ini berawal dari kegelisahan hatinya mengenai ketidaktersedian panduan mengenai apakah setiap pasien di rumah sakit membutuhkan oksigen selama dirawat di rumah sakit. Buku ini merupakan buku pertama yang membahas terapi oksigen yang tepat bagi pasien rawat inap di rumah sakit.

Dokter yang dikenal sebagai ahli biostatistik di kalangan mahasiswa internasional di TMU ini, bercita-cita ingin melanjutkan pendidikan doktor dan mengambil pendidikan spesialis anak karena kecintaannya pada dunia anak-anak terutama di bidang kesehatan.

Terus belajar dan mengembangkan diri di bidang kesehatan anak adalah prioritas dr. Yudha saat ini. Semangat inilah yang perlu ditiru oleh generasi muda Indonesia. Sehingga dengan semakin banyaknya generasi muda seperti dr. Yudha ini, Indonesia akan siap menjadi maju.

Kawan-kawan punya sosok inspiratif lainnya?

Nominasikan kepada kami melalui link berikut

https://docs.google.com/forms/d/1ITd-7gcZCdkfH6qixaMf5puap8EUJT31XUzAUCIwg3s/viewform

Ditunggu kabar baiknya ya.

—————–

(English Version)

For average students, be able to complete their education at one unviersity is an incredible joy. However, it does not apply to Yudha Nur Patria, a doctor graduated from the Faculty of Medicine, Gadjah Mada University,Yogyakarta, Indonesia.

The physician who graduated with GPA of 3.82 on bachelor program and GPA 3.77 when obtained the doctor title, proved himself able to continue his education in some places with little time difference. A rare achievement possessed other young generation.

At the same time, the doctor who had worked in a mother and child hospital in Magelang, East Java, Indonesia, from 2009 to 2011, gained two prestigious scholarships for continuing education master in two different countries, Taiwan and Australia.

In Taiwan, dr. Yudha obtained a scholarship from Taipei Medical University (TMU), Taiwan, to study at the Graduate Institute of Clinical Medicine for two years. In Australia, a young man who was born in Magelang, 27 years ago have also managed to obtain two degrees at once within a period of one year, the Master of Medicine (Clinical Epidemiology) at the Sydney Medical School, The University of Sydney and a Diploma in Child Health at the International Paediatric Postgraduate Certificate, Paediatric Medicine, The Sydney Children’s Hospital Network in 2013.

Just one year studying at TMU, dr. Yudha obtained announcement that he passed the selection of scholarships from the Australian Development Scholarship or now known as the Australian Scholarship Award. Finally he decided to leave college of TMU for one year to study in Australia.

After completing his master degree in Australia, the first child of two brothers completed his master education in TMU, in early 2015. Now, dr. Yudha worked in Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit, Faculty of Medicine, University of Gadjah Mada.

During undergoing his medical education (co-ass) in Gadjah Mada University, a doctor who like mountain climbing wrote a book called “Oxygen Therapy Clinical Applications,” with a friend.

Books published by a reputable publisher of medical books in Indonesia originated from his anxiety about unavailability guidance on whether patients in hospitals require oxygen for hospitalized. This book is the first book that discusses proper oxygen therapy for patients in the hospital.

Physician who is known as an expert in biostatistics among international students in TMU, has desire to continue PhD program and to take specialist of pediatrics because his passion is in children, especially in child health.

Keeping learning and developing his self in the field of children’s health is dr. Yudha’s priority today. This spirit needs to be emulated by the younger generation of Indonesia. So that more and more young people will have big achievement like dr. Yudha , and Indonesia will be ready to be developed.

 

Writer: Fasty Arum Utami

Editor: Mufid Salim

 

Bincang Indonesia

ippho6 edit

 

Bincang Indonesia bersama Ippho Santosa

PPI Taiwan menyelenggarakan acara “Bincang Indonesia” bersama Pakar Otak Kanan, Penulis Mega-Best Seller Ippho Santosa  di Taipei Medical University pada :

Sabtu, 23 Mei 2015 dengan tema “Mengubah Peluang Sempit Menjadi Duit ” &  Minggu, 24 Mei 2015 dengan tema “Edukasi Wirausaha Bagi Calon Purna BMI.”


ippho2ippho5ippho3ippho4ippho7

ippho 1

Lomba Essai PPI Taiwan 2015

post

Latar belakang

Berbekal semangat ingin berbagi ilmu dan menyebarkan inspirasi untuk membangun Indonesia, kami dari PPI Taiwan mempunyai gagasan untuk mengadakan lomba menulis esai bertajuk “Belajar dari Taiwan: Analisa Manajemen Tata Kota dan Fasilitas Publik”. Lomba menulis esai ini merupakan wadah untuk menampung segala ide dan pembelajaran yang masyarakat Indonesia serap selama tinggal di Taiwan.

Tindak lanjut dari kegiatan Lomba menulis esai “Belajar dari Taiwan: Analisa Manajemen Tata Kota dan Fasilitas Publik” adalah mencetak kumpulan esai tersebut dalam bentuk buku. Buku ini akan dibagikan kepada instansi-instansi terkait di Indonesia. Buku kumpulan esai “Belajar dari Taiwan: Analisa Manajemen Tata Kota dan Fasilitas Publik” dapat menjadi media berbagi ide dan informasi. Di samping itu, buku ini dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah untuk menciptakan dan menerapkan sistem yang lebih baik di Indonesia.

Melalui event Lomba menulis esai “Belajar dari Taiwan: Analisa Manajemen Tata Kota dan Fasilitas Publik”, PPI Taiwan berharap masyarakat Indonesia yang pernah tinggal di Taiwan secara tidak langsung dapat berkontribusi terhadap pembangunan bangsa Indonesia. Berawal dari esai sebuah ide terlontar, berawal dari esai ilmu tersebar, dan berawal dari esai inspirasi untuk membangun bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik tercipta.

 

Tujuan

  1. Berbagi ilmu yang telah kita petik selama tinggal di Taiwan kepada instansi, lembaga, dan masyarakat di Indonesia.
  2. Menampung ide yang bisa digunakan untuk membangun Indonesia dalam format sebuah buku. Di kemudian hari, buku ini dapat diberikan/disebarkan kepada instansi-instansi terkait di Indonesia.
  3. Menginpirasi instansi dan lembaga di Indonesia untuk menerapkan sistem yang lebih baik.
  4. Memberi contoh studi banding kepada pemerintah, instansi dan lembaga di Indonesia.

 

Deskripsi kegiatan

“Belajar dari Taiwan” adalah lomba menulis esai mengenai hal-hal positif yang telah kita pelajari selama tinggal di Taiwan. Esai dapat berupa analisa kebijakan serta dampak penerapan kebijakan tersebut. Esai dapat pula berupa opini maupun  ide yang terinspirasi dari Taiwan dengan harapan gagasan-gagasan ini dapat menginspirasi bahkan diterapkan di Indonesia.

Tema yang diusung adalah “Analisa Manajemen Tata Kota dan Fasilitas Publik”.

Penataan kota adalah proses perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian ruang dalam sebuah kota. Ruang yang dimaksud adalah susunan pusat pemukiman dan system jaringan sarana dan prasarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat. Ruang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara yang merupakan tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya (UU No.26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang).

Kebijakan pengelolaan tata kota dan fasilitas publik dapat meliputi:

  1. Pengelolaan mobilisasi penduduk dan transportasi umum;
  2. Pemanfaatan ruang terbuka;
  3. Pengelolaan air bersih, sampah, dan sanitasi;
  4. Penetapan zona perumahan, zona perdagangan dan jasa, zona industri, seperti kawasan berikat, kawasan tambang, kawasan pesisir, kawasan pedesaan, kawasan perkotaan, dll.;
  5. Standar keamanan gedung ;
  6. Pengadaan fasilitas bagi difable di berbagai gedung dan transportasi umum;
  7. Pengelolaan objek wisata alam seperti taman nasional, pemandian air panas, dll.;
  8. Pengelolaan objek wisata buatan seperti museum, kuil, old street, night market, dll.;
  9. Pengadaan dan pengelolaan utilitas, seperti free-wifi;
  10. Lain lain

 

Teknis Pelaksanaan Perlombaan

 

Syarat peserta lomba

  1. Warga Negara Indonesia yang pernah/sedang tinggal di Taiwan
  2. Berusia minimal 17 tahun

 

Syarat dan ketentuan lomba

  1. Lomba esai ini tidak dipungut biaya
  2. Mengunduh dan mengirimkan formulir pendaftaran yang telah diisi beserta naskah esai dalam bentuk Ms. Word ke alamat ppitaiwan@gmail.com dengan subjek “PENDAFTARAN ESAI 2015 (Nama Lengkap)”
  3. Melampirkan softcopy (scan) ARC atau VISA (sebagai bukti pernah/sedang tinggal di Taiwan)
  4. Setiap peserta dapat mengirimkan maksimal 2 karya dengan opini dan gagasan yang berbeda
  5. Esai merupakan karya yang belum pernah dipublikasikan di media mana pun
  6. Karya merupakan gagasan maupun opini pribadi dan bukan merupakan hasil plagiasi
  7. Karya yang telah dikirim tidak dapat dikembalikan
  8. Keputusan panitia tidak dapat diganggu gugat

 

Format Esai

  1. Esai berupa analisa kebijakan serta dampak penerapan kebijakan, paparan opini, gagasan, pengalaman atau pengamatan deskriptif diri pribadi mengenai “Manajemen Tata Kota dan Fasilitas Publik di Taiwan”
  2. Analisa yang dimaksud bukan berupa kajian khusus (seperti tesis dan sejenisnya)
  3. Esai berupa paparan opini dan gagasan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar sepanjang 700 – 1000 kata (tidak termasuk judul) sesuai dengan tema yang diusung
  4. Menggunakan Ejaan yang Disempurnakan (EYD)
  5. Tidak menyinggung dan/atau memojokkan SARA tertentu.

 

Proses dan Kriteria penilaian

  1. Proses penilaian merupakan blind review, artinya juri tidak tahu nama sang penulis. Juri hanya mengetahui latar belakang sang penulis.
  2. Kriteria penilaian:
    1. Orisinalitas
    2. Relevansi dengan tema
    3. Alur logika
    4. Kejelasan dalam mengungkapkan ide
    5. Kemampuan memprediksi dan mentransfer gagasan untuk dapat direalisasikan
    6. Bahasa

 

Tanggal Penting

Pendaftaran & pengumpulan : 25 Mei – 1 September 2015 (esai paling lambat diterima oleh panitia pukul 23.59 Waktu Taiwan)

Pengumuman pemenang         : 21 September 2015

 

Hadiah

3 esai terbaik akan mendapat 2500 NTD

30 esai terpilih akan mendapat sertifikat dan karyanya akan diterbitkan dalam buku “Belajar dari Taiwan: Analisa Manajemen Tata Kota dan Fasilitas Publik”

Untuk keterangan lebih lanjut bisa melihat lampiran berikut ini

Alur perlombaan

Formulir pendaftaran

Teknis pelaksanaan lomba

Pertanyaan yang sering diajukan